MBG Disorot: Tak Sesuai Standar, Orang Tua Keluhkan Menu, Gunakan Kantong Plastik Kresek

MBG Disorot: Tak Sesuai Standar, Orang Tua Keluhkan Menu, Gunakan Kantong Plastik Kresek

Jakarta – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita kembali menjadi sorotan. Di sejumlah daerah, menu yang dibagikan disebut tidak sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah. Bukan hanya Balita tapi juga sejumlah sekolah.

Berdasarkan ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN), program MBG merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional dan Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa menu MBG wajib memenuhi standar “Isi Piringku”.

Komposisi “Isi Piringku” mencakup makanan pokok seperti nasi, umbi atau jagung; lauk pauk berprotein tinggi seperti ikan, telur atau ayam; sayuran; buah-buahan; serta lemak sehat. Menu juga harus disajikan secara higienis dan menggunakan wadah yang aman serta food grade.

Namun di lapangan, sejumlah orang tua mengeluhkan menu yang diterima anak mereka jauh dari komposisi ideal tersebut.

Salah satu orang tua siswa PAUD di Desa Donomulyo, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, Lampung, mengaku kecewa dengan isi MBG yang dibagikan menjelang bulan puasa.

“Isinya sangat mengecewakan. Kemarin hanya Jasuke (jagung, susu, keju), telur, dan satu iris melon. Lalu hari berikutnya cuma dua buah manggis, susu kotak, dan satu bungkus roti,” ujarnya kepada Gentamerah.com.

Menurutnya, menu tersebut tidak mencerminkan makanan lengkap bergizi sebagaimana yang diharapkan untuk mendukung tumbuh kembang balita.

Bahkan lebih parah di MAN 1 Waykanan, di posting di medsos oleh salah satu orang tua Wali Murid, isi MBG hanya satu bungkus Jely, kacang goreng dan satu Telur rebus, Roti manis, dan Es kuwut

Selain komposisi menu, aspek keamanan pangan juga menjadi perhatian. BGN menegaskan wadah makanan tidak boleh menggunakan kantong kresek atau plastik asoy, terutama berwarna hitam atau merah, karena bukan berbahan food grade dan berpotensi mengandung zat berbahaya.

BPOM sebelumnya juga mengingatkan bahwa plastik hasil daur ulang tertentu dapat mengandung zat kimia karsinogenik yang berisiko bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.

Program MBG sendiri digagas sebagai langkah strategis percepatan penurunan stunting. Namun, pengawasan ketat dinilai penting agar implementasi di daerah benar-benar sesuai standar dan tidak sekadar formalitas.

Gentamerah.com masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait di daerah mengenai keluhan tersebut.

Tinggalkan Balasan

error: Berita Milik GNM Group