Oleh : Bimo Seno
Aku hanya puing-puing diantara reruntuhan
Tak berharap kau jadikan permadi
Tubuhku penuh kehampaan
Wajar jika hilang diantara peduli
Tinggal menunggu angin bertiup kencang
Akan hilang diterpa tanpa cerita
Meskiku bertahan dengan berpegang
Semua hanya mimpi belaka
Riuh malam kerap menyapaku
Antara hembusan angin yang membasah
Aku bersaha tersenyum pilu
Meski petir menyapa Resah
Inginku cepatlah Mentari menyinar
Agar tubuh tak mendingin
Namun bukan ku mengatur sinar
Hanya pasrahku pada angin
Harapku kelak ada doa
Saat tubuh tlah tiada
Meski kini mahalnya sapa
Namun rinduku tetap ada
Banjit, 05/04/2026








