Oleh : Bimo Seno
Kubasuh wajah lelahku
Kubersimpuh pasrah dalam hening
Ku rangkai kata dengan harap penuh
Meleleh sudah air mata bening
Ku utus ritual doa menembus langit
Meski dosa menghambur jiwa
Izinkan aku merayu-Mu dalam sengit
Lantangku ini penuh pengharapan meski diri penuh dengan noda
Tak ada lagi tempatku kembali
Selain sujud yang kian merendah
Kugenggam sisa iman yang nyaris mati
Memohon ampun dalam lirih yang lelah
Jika langkahku terlalu jauh menyimpang
Dan hati kian gelap tanpa cahaya
Jangan biarkan aku terus terbuang
Meski tak pantas, kuharap rahmat-Mu tetap ada
Di sepertiga malam kusebut nama-Mu
Dengan nafas yang hampir menyerah
Kupasrahkan hidup dan matiku pada-Mu
Karena hanya Engkau tempat berserah
Waykanan, 10/04/2026













