Oleh : Bimo Seno
Malam kian kelam, Bintang-bintang redup
Rembulan megintip menyibak awan
Entah versi apa yang di maksud bumi
Versi menyimpan bangkai yang membusuk
Atau kesombongan yang terpelihara
Sesak sudah dada menyapa jiwa
Meratap tanpa harga
Saat tahu sebutan bangkai yang katanya penghibur
Dalam benak Mungkin lebih Mulya
Dari pada sebatang pohon yang rela berguguran daunnya demi makna
Congkak merejam hidup yang sudah tertiti
Belasan hitung hanya ternilai kusam
Cahaya dianggap durja
Adakah rayuanku sahdu pada bumi
Oh tidak,
Lebih sahdu bangkai penghibur hati
Meski belatung menggerogoti
Terasa nyaman tanpa mikir sujudnya diri
Darahku berdesir diantara luka-luka tak tampak
Mengucur deras gemercak tanpa bekas
Kesalahan masihlah tertimpa diri ini
Kerena semua dianggap lumrah tanpa basi
Dan aku cukup dengan diam diri
nbsp;
19/04/2026













