Tanggamus – Setelah ada
dugaan menilep dana bantuan operasional sekolah (BOS), Kepala Madrasah Aliyah
Negeri (MAN) 1 Tanggamus, Drs. Muh, MM, ditengarai melakukan dugaan pemotongan dana sertifikasi
guru di sekolah yang dipimpinnnya.
dijuluki Si Raja Tega, karena untuk
memuluskan niat jahatnya menggerogoti dana sertifikasi guru di sekolah tersebut,
Muhaidin mencatut Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dan pengawas,
dengan dalih uang yang dipotong itu untuk setor ke KPPN dan pengawas.
Baca Juga — Kepsek MAN 1 Tanggamus Tilep BOS Hingga Ratusan Juta
berdalih, pemotongan dana sertifikasi guru itu untuk dana ke KPPN dan pengawas.
Pertanyaannya apa iya KPPN dan pengawas minta uang sertifikasi guru, ”
ujar salah seorang guru MAN 1 Tanggamus yang enggan dituliskan namanya, Selasa
(11/04/2017).
itu dilakukan baik terhadap guru PNS maupun guru non PNS, setiap mereka
menerima gaji sertifikasi langsung dipotong Rp50 ribu.
guru yang baru menerima dana sertifikasi, langsung dipotong sebulan gaji, yakni
sekitar Rp3 juta. “Nah guru yang baru dapat sertifikasi di MAN 1 Tanggamus
ini ada 33 orang, kalau satu orang
dipotong Rp3 juta, dikali 33 orang berarti Rp99 juta,” kata dia.
sudah berlangsung lama, sejak Muhaidin menjabat menjadi Kepala MAN 1 Tanggamus
tahun 2010 lalu. “Sikap dia (Muh,RED) ini sangat merugikan kami sebagai guru, karena
ini menyangkut hak. Untuknya, kami berharap permasalahan ini diusut sampai
tuntas,” katanya diamini para sejawatnya.
setempat mendesak Kantor Kementerian Agama Tanggamus dan Kanwil Kementerian
Agama Provinsi Lampung, mengevaluasi kinerja Muhaidin, juga mendesak agar Muh dicopot dan kasusnya berlanjut sampai ke ranah hukum. “Dia ini orangnya
arogan kami sering diancam,” katanya.
Tanggamus, Muh, saat dikomfirmasi
melalui telefon selulernya, Selasa (11/04/2017) dengan tegas membantah melakukan
pemotongan dana sertifikasi anak buahnya. Dengan alibi dana sertifikasi itu
masuk rekening masing-masing guru. “Enggak ada potongan, karena gaji
sertifikasi itu masuk ke rekening guru masing-masing,” kilahnya.
Editor : Seno