Mesuji – Malam akhir pekan di Alun-Alun Simpang Pematang mendadak tegang. Sembilan remaja asal Desa Eka Mulya, Kecamatan Mesuji Timur, harus dievakuasi dan dikawal ketat oleh polisi setelah mendapat ancaman dari kelompok remaja lain yang belum diketahui identitasnya.
Kejadian bermula dari salah paham sepele antara dua kelompok remaja yang sedang nongkrong di alun-alun. Cekcok mulut nyaris berubah menjadi baku hantam, sebelum akhirnya personel Kompi III Polres Mesuji cepat turun tangan mengamankan situasi.
Kasat Samapta AKP Yus Mawardi, S.H., mewakili Kapolres Mesuji AKBP Dr. Muhammad Firdaus, S.I.K., M.H., mengatakan aksi cepat polisi berhasil mencegah bentrok terbuka yang bisa memicu kericuhan di tempat umum.
“Petugas langsung bergerak setelah mendapat laporan adanya ancaman dari kelompok lain. Para remaja ini kami amankan dan kawal agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya, Minggu malam (5/10/2025).
Ketegangan belum berakhir. Setelah insiden itu, kelompok lawan disebut mengancam akan menghadang para remaja dari Eka Mulya saat perjalanan pulang. Tak mau ambil risiko, polisi pun mengawal mereka hingga ke titik aman di Desa Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya.
“Karena demi keselamatan mereka, kami ambil inisiatif untuk mengawal langsung sampai lokasi aman,” ujar AKP Mawardi.
Dengan pengawalan ketat yang dipimpin langsung Kasat Samapta, kesembilan remaja itu akhirnya tiba di rumah masing-masing dengan selamat, tanpa luka maupun kerugian apa pun.
“Alhamdulillah, semua selamat. Tidak ada bentrok, tidak ada korban. Kami akan terus siaga untuk mencegah gangguan keamanan remaja di Mesuji,” pungkasnya.













