Refleksi 2025, Kasus Besar yang Menggantung

Refleksi 2025, Kasus Besar yang Masih Menggantung

“Banyak juga kasus korupsi di Lampung ini, ya. Sudah mau ganti tahun. Kira-kira tahun depan naik atau turun?” celoteh seorang kawan di sebuah warung makan di Bukit Kemuning.

Aku hanya terdiam, mengangguk pelan. Benak ikut melayang pada sejumlah perkara yang terasa berjalan lambat. Entah karena bukti belum cukup, entah karena para pihak yang terseret diduga memiliki kekuatan besar. Semua masih menjadi tanda tanya.

Beberapa kasus masih berstatus penyidikan. Salah satunya dugaan korupsi terkait PT Lampung Energi Berjaya (LEB), yang menyeret sejumlah nama penting tingkat provinsi. Kasus ini berkaitan dengan pengelolaan dana participating interest 10% di wilayah kerja offshore, dan nilai potensi kerugian negara yang disebut mencapai ratusan miliar rupiah.

Sejumlah pejabat pernah dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum. Proses hukum berjalan, meski publik merasa langkahnya belum benar-benar terlihat terang.

Ada pula fenomena yang terasa seperti pengulangan. Di beberapa daerah, kasus korupsi kepala daerah muncul silih berganti, seakan menjadi cermin bahwa jabatan masih sering dipahami sebagai peluang, bukan amanah.

Di Lampung Utara, kasus pengadaan pupuk juga menjadi bahan pembicaraan warga. Awalnya disebut akan tuntas akhir tahun, namun hingga kini publik masih menunggu kepastian arah penanganannya. Di warung itu, kawanku menimpali pelan:

“Katanya selesai akhir tahun. Tapi kok makin tak jelas. Entah bagaimana ujungnya…”

Aku hanya tersenyum hambar. Di meja, kuah pindang baung mengepul. Rasanya nikmat seperti jabatan yang kerap membuat orang lupa daratan, hingga akhirnya tersedak oleh ulahnya sendiri.

Obrolan mengalir ke mana-mana. Dari persoalan jalan rusak yang diperbaiki dengan gotong royong warga, sampai cerita kecil tentang “fee proyek” dan pekerjaan yang cepat rusak. Semua diucapkan setengah berkelakar, setengah getir.

Akhirnya aku memilih diam. Bukan takut, hanya lelah. Lelah melihat kasus besar berjalan pelan, sementara harapan masyarakat terus menunggu di tikungan waktu.

Tahun berganti. Semoga 2026 tidak hanya membawa kembang api di langit, tetapi juga terang di jalan keadilan.

Selamat tahun baru.***

Tinggalkan Balasan

error: Berita Milik GNM Group