SLBN Waykanan Diduga Mark Up Siswa Sejak 2007, Dana BOS Mengalir

SLBN Waykanan Diduga Mark Up Siswa Sejak 2007, Dana BOS Mengalir

Waykanan – Anggota DPRD Waykanan mengendus adanya dugaan mark up jumlah siswa di salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri (SLBN) Baradatu, Waykanan. Praktik itu disebut sudah berlangsung lama sejak tahun 2007.

Elyas Yusman, Anggota DPRD Waykanan, mengaku kecewa dengan dugaan mark up tersebut. Ia menegaskan, sebelumnya sudah pernah melaporkan persoalan itu kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.

“Kecewa, saya pernah ngomong dulu sama Kadis soal masalah itu. Tapi ternyata masih saja berlanjut sampai sekarang. Karena ini menyangkut dana BOS dan dana-dana lain di sekolah itu,” ujarnya.

Menurut Elyas, jumlah siswa aktif di sekolah tersebut setiap tahun tidak pernah lebih dari 25 orang. Namun, dalam laporan sekolah tercatat lebih dari 100 siswa.

“Setahu saya, yang dianggap siswa itu ya yang memang aktif. Kalau tidak aktif ya tidak bisa dibilang sekolah. Sedangkan yang aktif, tidak pernah lebih dari 17 siswa,” ungkapnya.

Elyas menambahkan, lokasi pendirian sekolah itu merupakan tanah hibah darinya. Karena itu, kekecewaannya semakin besar melihat adanya dugaan mark up.

“Saya yang menghibahkan tanah 1,5 hektare untuk lokasi sekolah itu, makanya saya sangat kecewa. Dan perlu diketahui, hampir setiap tahun ada saja pembangunan untuk sekolah itu, padahal siswanya sangat sedikit. Pembangunan dan rehab berat kabarnya dilakukan secara swakelola,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SLBN Baradatu, Masthofah, menegaskan data yang disampaikan merupakan data tahun lalu dan belum dikurangi siswa yang sudah lulus maupun tidak aktif lagi.

“Data yang saya sampaikan itu data tahun lalu. Itu belum dikurangi yang lulus dan tidak aktif lagi,” jelasnya.

Masthofah juga membantah pernah melaporkan jumlah siswa mencapai 100 orang.

“Saya tidak pernah menyampaikan hal tersebut. Sepanjang saya bertugas, siswa kami tidak pernah mencapai 100,” katanya.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Masthofah menyebut dirinya sedang dalam perjalanan dinas.

Tinggalkan Balasan

error: Berita Milik GNM Group