Lobang Segede Gajah, Rupanya Ada “Upeti” Om P0L

Lobang Segede Gajah “Upeti” Pak Pol
SENO- CEO GNM

“Lapangan Pemda ini kalau sore kayak padang gersang, bro. Rumputnya udah kalah sama ilalang, paving banyak yang copot. Kalau ada event besar, pasti buru-buru dirapihin. Selebihnya? Ya, dibiarkan merana,” celoteh Teman sambil mengaduk kopi pait di warung kecil pojok taman Pemda Waykanan.

Sahabat tertawa kecil, sambil gigit bakwan yang sudah dingin karena kelamaan dibiarkan di piring, bancakan kami. Seperti bancakan Upeti tamabng emas illegal, APH baru saat tokoh warga mulai bersuara.

“Itu sama aja kayak cara mereka ngurus tambang emas ilegal di PTPN. Baru heboh pas ada acara mediasi. Habis itu? Diam lagi,” ujar sahabat.

Teman suka pemer dan banyak cerita yang duduk di sebelahku, ikut nimbrung. Yang katanya ikut dalam mediasi diruang ber-AC.

“Kemarin pas mediasi, aku dengar sendiri Joenda dari Tim 12 FM2A nyeplos di forum. Katanya ada dugaan upeti 5 sampai 7 juta per mesin ke Polres. Per mesin, lho! Excavator sama mesin tambang itu,” kilahnya.

Sahabat langsung menimpali, “Makanya semua peserta mediasi langsung noleh ke Kasat Reskrim. Muka dia kaget, kayak ayam kesiram air panas. Lobang tambang udah segede gajah, masih bilang nggak ada bukti perusakan. Halah!”

Aku hanya nyeruput kopi, membiarkan obrolan mengalir. Kalau benar ada upeti, berarti lubang itu bukan cuma menganga di tanah…

Teman menggebrak meja pelan. “Harusnya razia, patroli, bikin posko kontrol, bakar semua fasilitas tambang ilegal di situ. Jangan cuma pasang spanduk larangan. Itu mah sama aja kaya bikin papan nama di lapangan Pemda: besar, tapi nggak ngaruh.”

Sahabatku yang dari tadi memainkan Androidnya geleng-geleng kepala.

“Spanduk itu cuma jadi bahan ketawa di warung kopi. Sama aja kayak janji-janji mau ngerawat taman ini, tapi nyatanya cuma buat pajangan kalau ada pejabat lewat,” ujar sahabat.

Kopi di gelas mulai dingin. Aku memandangi lapangan Pemda yang setengah gersang. Entah kenapa, lubang segede gajah di tambang itu mengingatkanku pada lubang di hati Nurani dan di tanah lapangan Pemda ini. Sama-sama dibiarkan menganga.

 

Tinggalkan Balasan

error: Berita Milik GNM Group