Lampung Selatan – PT ASDP Indonesia Ferry mencatat lebih dari separuh pemudik dari Sumatera belum kembali ke Pulau Jawa hingga H+4 Lebaran 2026. Kondisi ini diperkirakan akan memicu lonjakan penumpang pada arus balik kedua yang diprediksi terjadi pada 28–29 Maret 2026.
Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, mengatakan berdasarkan data sementara, jumlah pemudik yang sudah menyeberang ke Jawa baru mencapai sekitar 49 persen.
“Masih ada sekitar 51 persen pemudik yang belum kembali ke Pulau Jawa. Ini yang menjadi dasar kami memprediksi akan terjadi lonjakan, terutama malam ini hingga puncak kedua,” ujar Heru, Kamis (26/03/2026).
Ia menjelaskan, dari total pergerakan pemudik, sebanyak 444.233 orang atau sekitar 49 persen telah kembali ke Jawa, sementara 454.641 orang atau sekitar 51 persen lainnya masih berada di Sumatera.
Tak hanya penumpang, data kendaraan juga menunjukkan kondisi serupa. Hingga saat ini, sebanyak 121.623 unit kendaraan atau sekitar 51 persen tercatat belum melakukan penyeberangan ke Pulau Jawa.
Pada H+4 Lebaran, sejak pukul 00.00 WIB hingga 14.00 WIB, tercatat sebanyak 45.428 penumpang telah diseberangkan dari Sumatera ke Jawa. Sementara itu, jumlah kendaraan yang menyeberang mencapai 10.099 unit.
Heru menambahkan, lonjakan arus balik masih berpotensi terjadi, terutama pada malam hari, seiring dengan pola pergerakan pemudik yang cenderung meningkat di waktu tersebut.
“Meski siang ini terlihat sedikit melandai, malam nanti masih berpotensi meningkat,” katanya.
Untuk mengantisipasi kepadatan, pihak ASDP telah menyiagakan petugas di seluruh buffer zone selama 24 jam dengan sistem kerja dua shift. Hal ini dilakukan guna memastikan kelancaran proses penyeberangan, termasuk saat terjadi antrean maupun keterlambatan boarding.
Ia menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan maksimal agar proses penyeberangan berjalan lancar dan pemudik dapat segera sampai ke tujuan.
“Kami upayakan pelayanan tetap berjalan maksimal agar penumpang bisa segera diseberangkan,” tutupnya.
Dengan masih tingginya jumlah pemudik yang belum kembali, masyarakat diimbau untuk mengatur jadwal perjalanan dengan baik guna menghindari kepadatan pada puncak arus balik. sumber Detik.com













