LampungUtara — Kabar rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara melakukan pinjaman daerah senilai ratusan miliar rupiah dari lembaga BUMN dan BUMD mulai jadi sorotan publik. Namun, Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, memilih irit bicara soal kebenaran kabar tersebut.
“Kalau itu saya belum tahu persis, mungkin masih berproses. Akan disampaikan kalau sudah masuk tahapan lanjut. Saya belum bisa menyampaikan itu iya atau tidak,” ujar Romli saat dikonfirmasi media, Rabu (5/11/2025).
Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Lampura, Dedy Andrianto, menegaskan hingga kini belum ada komunikasi resmi dari Pemkab mengenai rencana pinjaman tersebut.
“Sampai saat ini belum ada arah ke sana, jadi tak perlu berandai-andai,” katanya singkat.
Meski belum ada kepastian, rumor pinjaman daerah ini menimbulkan harapan di masyarakat. Banyak warga menilai langkah itu bisa menjadi solusi untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak parah di berbagai wilayah Lampung Utara.
Informasi yang beredar menyebutkan, besaran pinjaman yang akan diajukan mencapai lebih dari Rp100 miliar, dengan beberapa opsi lembaga keuangan seperti Bank Jabar dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Jika terealisasi, Pemkab Lampung Utara disebut bisa memiliki total utang sekitar Rp130 miliar, belum termasuk bunga. Padahal, saat ini Pemkab masih menanggung sisa utang sekitar Rp30 miliar ke PT SMI atas pinjaman Rp121 miliar yang pernah dilakukan pada 2021 untuk program pemulihan ekonomi nasional.













