Oleh : Bimo Seno
Malam berkesunyian yang menerpa
mengeluh tanpa kata
Mengukir jiwa dalam dekapan malam yang hampa
masih mencari makna yang mulai mereda
Jiwa yang kian kosong
Masih membujuk hati yang gundah
merayu tanpa bahasa
membungkam lara yang berkepanjangan
Ternyata senjata satu yang masa kini acap terlontarkan
Meranjut atau membubarkan
Bukan aku menghujat kalimat itu
Tapi percayaku tak lagi seperti dahulu
Sembahku pada sang Qalik
Menenangkan jiwa tanpa batasannya
Meski tak terhiraukan
Makna cinta dalam nestapa
Saat cinta tak membutuhkan makna
aku berdiri di ujung tanya yang tak pernah usai
setiap kata berbalas dinding dingin tanpa gema
dan aku pulang dengan hening yang semakin ramai
Baradatu, 22/04/2026













