Langit yang Enggan Teduh
Oleh: Bimo Seno Langit, masihkah kautaruh mendung di bahuku yang mulai retak sedang langkah...... Baca lebih lanjut.
Kelopak yang Kembali Menatap Langit
Oleh : Bimo Seno – Dalam gelap itu aku masih meraba sisa-sisa arah sebab yang...... Baca lebih lanjut.
Yang Tak Padam di Langit Dalam
Oleh : Bimo Seno Pada tigaperempat malam aku kembali mengetuk yang tak berwujud membiarkan sunyi...... Baca lebih lanjut.
Pusara yang Menjawab Sunyi
Oleh : Bimo Seno “Mak… iki anakmu.” Ucapku lirih di atas pusara itu. Pelan sekali....... Baca lebih lanjut.
Bapak, Tak Ada Sandaranku
Oleh : Bimo Seno Malam itu kembali datang tanpa suara. Dan seperti biasa, ingatan pelan-pelan...... Baca lebih lanjut.
Tempat untuk Tidak Kuat
Oleh : Bimo Seno Ayah, kerinduanku berdarah jalanku mematah tanpa kata bahasaku luruh tanpa kalimat...... Baca lebih lanjut.
Sudah, Aku Tahu
Oleh : Bimo Seno Berhentilah, kawan— langit tak pernah terlelap yang kau gerakkan tanpa nama...... Baca lebih lanjut.
Arah yang Tak Kutawar
Oleh : Bimo Seno Ku telusuri bibir jurang itu sendiri tanpa kata dan nama menyertai...... Baca lebih lanjut.
Dialog yang Kehilangan Pemilik
Oleh : Bimo Seno Sangat elok drama iniSkenarionya tersusun rapiPemerannya sangat mahirAku terkesima Penulisnya luar...... Baca lebih lanjut.
Doa yang Ditinggalkan Suara
Oleh : Bimo Seno Kucoba sibakkan mendung yang menggulung Agar hujannya turun, meski rintik Aku...... Baca lebih lanjut.

