Sastra  

Langit yang Menyaksikan Retak

Oleh : Bimo seno

Hujan datang tanpa musim
mematahkan cahaya yang pernah utuh
kabut hitam menelan arah
dan burung asing bersarang di luka

Kilat tak sekadar menyala
menghempas, membenarkan yang rapuh
menggertak sunyi dengan angkuh
seolah retak adalah hukum yang harus tunduk

Bumi membuka peluknya perlahan
pada sayap yang tak pernah lahir darinya
basahnya bukan lagi karena dahaga
melainkan karena memilih lupa

Langit diam bukan karena tak tahu
warnanya memucat menahan runtuh
ia pernah luas, pernah penuh
kini hanya saksi yang tak dianggap utuh

Jangan tanya mengapa warna berubah
laut pun enggan beriak
karang retak tanpa suara
dan akar kehilangan tanahnya
Banjit, 24/04/2026

Tinggalkan Balasan

error: Berita Milik GNM Group