Agen Main Turunkan Gas di Titik Lain!, Distribusi Gas 3Kg di Waykanan Kacau

Agen Main Turunkan Gas di Titik Lain!, Distribusi Gas 3Kg di Waykanan Kacau
Ketua LSM Topan RI, Sahrizal Efendi

Waykanan – Dugaan permainan licik dalam distribusi gas LPG 3 Kg bersubsidi di Waykanan tercium. Agen-agen disebut menurunkan gas hanya di satu titik pangkalan, bukan ke beberapa lokasi sebagaimana seharusnya. Akibatnya, distribusi kacau dan warga di sejumlah kampung kesulitan mendapatkan gas melon tersebut.

Ketua LSM Topan-RI Waykanan, Sharizal Efendi, menuding ulah agen menjadi penyebab utama tidak meratanya distribusi gas di wilayah Banjit dan sekitarnya.

“Nggak mungkin pangkalan mau nolak, kalau sudah kebijakan dari agen. Jadi jelas, yang nakal itu agen. Ada ketidakberesan di level pemilik agen LPG 3 Kg ini,” ujar Sharizal di ruang kerjanya, Blambanganumpu, Sabtu (18/10/2025).

Ia menyoroti Patra Niaga sebagai bagian dari Pertamina yang seharusnya melakukan pengawasan ketat terhadap penyaluran gas bersubsidi.

“Patra Niaga ini kayak jadi kambing congek. Diam aja! Harusnya mereka awasi dan beri sanksi tegas ke agen yang nakal, bukan malah cuek dan asyik dengan urusannya sendiri,” tegasnya.

Sharizal bahkan menyebut adanya indikasi permainan tersembunyi di balik jaringan distribusi gas ini.

“Saya curiga ada mafia gas yang selama ini nggak pernah tersentuh. Wajar kalau warga ribut, pengawasan di lapangan lemah. Hiswana Migas juga seperti nggak peduli, padahal mereka harusnya menjaga etika dan transparansi bisnis,” ujarnya.

Imbas dari permainan ini, harga gas di beberapa daerah Waykanan melonjak.

“Di Gistang dan Umpu Semenguk, warga harus beli gas sampai Rp25 ribu sampai Rp30 ribu. Di Banjit, harga pangkalan sudah tinggi karena dari agen pun sudah tinggi,” ungkapnya.

Sharizal mendesak pemerintah daerah dan Pertamina segera menertibkan para agen dan memperketat pengawasan agar praktik kotor ini tidak berlanjut.

“Kalau dibiarkan, rakyat terus jadi korban. Gas bukan langka, tapi dimainkan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

error: Berita Milik GNM Group