Waykanan – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Argomulyo, Kecamatan Banjit, Kabupaten Waykanan diproyeksikan menjadi percontohan bagi KDMP lain. Persiapan gerai yang sudah lengkap dinilai bisa menjadi acuan.
Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Waykanan, Desta Budi Rahayu, saat meninjau langsung kesiapan KDMP Argomulyo di kantor setempat, Rabu (1/10/2025).
“Kekompakan dan semangat pengurus KDMP sangat dibutuhkan. Di sini saya lihat pengurusnya solid, ini kunci KDMP bisa berjalan baik,” kata Desta.
Menurutnya, KDMP Argomulyo sudah sangat siap menerima kucuran dana dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Mulai dari gedung kantor, gudang beras, hingga gudang pupuk sudah tersedia. Dukungan Kepala Kampung juga dinilai luar biasa.
“Bank tidak perlu ragu menyalurkan dana. Potensi kampung ini sangat besar, bisa jadi pertimbangan kuat bagi Himbara untuk memberikan dana sesuai plafon. Saya berharap KDMP Argomulyo ini jadi percontohan. Karena harapan saya dalam tahap ini, satu kecamatan satu KDMP yang beroperasi,” jelas Desta.
Kepala Kampung Argomulyo, Suhardi, mengaku siap mendorong penuh pengelolaan KDMP. “Kami tidak ragu, hanya menunggu arahan teknis terkait mekanisme jaminan dari Dana Desa sebesar 30 persen. Secara pribadi dan pemerintahan, kami mendukung penuh,” ujarnya.
Sementara Ketua KDMP Argomulyo, Warseno, menegaskan potensi Argomulyo terutama di bidang pertanian sangat menjanjikan. Bahkan, jika program berjalan, penyerapan beras petani bisa mencapai Rp14 miliar dalam sekali panen.
“Kami ingin beras petani diserap koperasi, bukan tengkulak. Kami sudah punya MoU dengan penampung, dalam sebulan bisa menjual hingga 90 ton beras,” terang Seno, sapaan akrabnya.
Untuk mendukung hal itu, KDMP juga menggandeng lima penggilingan padi sebagai mitra. Selain itu, KDMP menyiapkan dua gudang pupuk agar distribusi pupuk tidak tersendat dan harga sesuai HET.
Tak hanya itu, berbagai gerai lain juga sudah tersedia, antara lain Gerai Link (ATM Mini), Apotek Desa, Gerai LPG 3 Kg, Gerai Sembako, hingga kantor koperasi.
“Semua ini demi menjawab kebutuhan warga. Kalau Pertamina ragu, saya ingatkan ada 800 penerima bansos LPG di kampung ini. Jangan sampai mereka tak terlayani, dan KDMP yang disalahkan,” pungkasnya.













