MESUJI – Permasalahan kesehatan masyarakat di Kabupaten Mesuji kian kompleks. Mulai dari penyakit menular seperti TBC dan HIV/AIDS, hingga penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, dan diabetes. Tak hanya itu, isu stunting, anemia, dan buruknya sanitasi lingkungan ikut menjadi perhatian serius.
Menjawab tantangan itu, Puskesmas Sumber Makmur, Kecamatan Mesuji, tak tinggal diam. Dengan semangat transformasi layanan, mereka menghadirkan empat inovasi kesehatan demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.
Kepala Puskesmas Sumber Makmur, Ns. M. Sigit Nandang P., S.Kep., mengatakan bahwa pihaknya terus bergerak aktif menjangkau masyarakat dan menyosialisasikan berbagai upaya peningkatan layanan kesehatan.
“Masalah kesehatan makin kompleks, jadi perlu strategi dan inovasi dari Fasyankes. Kami tidak bisa hanya menunggu pasien datang. Harus jemput bola,” tegas Sigit, Rabu (16/7/2025).
Menurutnya, transformasi layanan kesehatan tidak bisa berjalan tanpa dukungan lintas sektor, termasuk peran kecamatan dan lima desa di bawah naungan Puskesmas Sumber Makmur. Dukungan penuh Camat Mesuji, Ferry Antoni, S.IP., serta komitmen desa menjadi kunci keberhasilan.
Puskesmas ini juga pernah melambung di tingkat nasional lewat program inovatif KODAM ODGJ (Komunitas Peduli ODGJ). Kini, mereka kembali memperkenalkan empat program unggulan, yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat.
1. Teh Pegagan, Si Rumput Liar yang Kaya Manfaat
Tanaman yang kerap dianggap liar ini ternyata menyimpan segudang khasiat. Pegagan diproses menjadi teh herbal yang bermanfaat untuk meningkatkan daya ingat, terutama pada lansia. Program ini telah didukung oleh lima kelompok Asman, bahkan sempat digelar lomba TOGA antar desa sebagai bentuk akselerasi pemanfaatan tanaman obat keluarga.
2. Lidah Buaya untuk Luka Diabetes
Mengusung prinsip perawatan luka modern yang menjaga kelembapan (moist wound healing), Puskesmas Sumber Makmur menggunakan lidah buaya sebagai solusi alami perawatan luka, khususnya luka akibat komplikasi diabetes. Program ini didorong oleh keterlibatan aktif kelompok TOGA dan Asman di setiap desa.
3. Sehat HIV, Edukasi Tanpa Stigma
Melalui penyuluhan langsung ke masyarakat, program “Sehat HIV” bertujuan mematahkan stigma dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pencegahan HIV/AIDS. Kegiatan dilakukan di luar gedung agar menjangkau kelompok rentan dan mendorong masyarakat terbuka membahas isu kesehatan seksual tanpa diskriminasi.
4. Kunyit untuk Nyeri Haid Remaja Putri
Remaja putri kerap mengandalkan obat warung untuk mengatasi nyeri haid. Padahal, kunyit bisa menjadi solusi alami yang lebih aman. Kandungan kurkumin dalam kunyit membantu meredakan nyeri dan melancarkan haid. Program ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan remaja sejak dini.







