LAMPURA — Stunting dinyatakan sebagai ancaman serius bagi masa depan SDM Lampung Utara, dan Dinas Pendidikan langsung merespons dengan menggembleng 100 pendidik PAUD lewat Diklat Teknis Stunting.
Langkah cepat ini menjadi gerakan strategis untuk memastikan guru-guru usia dini benar-benar siap mencegah gagal tumbuh pada anak, yang selama ini menjadi persoalan kronis dan menghambat kualitas generasi masa depan.
Diklat dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Lampung Utara Sukatno melalui Kepala Pembinaan PAUD dan PNF, Yeni Sulistina. Ia menegaskan bahwa PAUD adalah garda paling awal yang menentukan lahir tidaknya generasi sehat dan bebas stunting.
“Pendidik PAUD punya peran penting. Karena itu pengetahuan dan keterampilan mereka harus diperkuat,” tegas Yeni.
Pelatihan diikuti 100 peserta dari TK, RA, KB hingga SPS, dibagi dalam dua kelas, berlangsung 25–28 November 2025. Materi menukik pada pengenalan, pencegahan, hingga penanganan stunting secara tepat di usia emas (0–6 tahun).
Yeni berharap diklat ini menjadi pemantik perubahan nyata.
“Semoga pendidik PAUD semakin siap mencegah dan menangani stunting, agar anak-anak Lampura tumbuh optimal dan sehat,” ujarnya.
Para narasumber berasal dari Bappeda, Dinas Kesehatan Lampung Utara, serta fasilitator PAUDHI bersertifikat dari Direktorat PAUD Kemendikbudristek.
Diklat ini diproyeksikan menjadi langkah konkrit Dinas Pendidikan dalam menurunkan angka stunting dan memperkuat fondasi generasi Lampura di masa mendatang.
Jika perlu, saya bisa buatkan versi dengan tag berita online + hashtag medsos sesuai format gentamerah.com.
Anda bilang:













