Proyek Miliaran RSUD Ryacudu Kotabumi Terbengkalai!, Ruang VIP Digembok

Proyek Miliaran RSUD Ryacudu Kotabumi Terbengkalai!, Ruang VIP Digembok

“Pasien Melonjak, Ada Apa dengan Dinas Kesehatan Lampura?”

Lampung Utara — Ironis. Saat jumlah pasien terus bertambah, ruang VIP B di RSUD HM Ryacudu Kotabumi justru digembok dan tak bisa dipakai. Padahal proyek rehab bernilai miliaran rupiah itu baru saja rampung tahun 2024.

Bangunan megah di sisi belakang RSUD HM Ryacudu Kotabumi itu kini bak rumah mati. Cat dindingnya masih baru, tapi pintu gerbangnya dirantai dan digembok rapat. Ironinya, itu adalah ruang VIP B yang seharusnya jadi fasilitas pelayanan pasien berkelas di rumah sakit plat merah kebanggaan Lampung Utara.

Proyek yang digelontorkan melalui Dinas Kesehatan Lampung Utara dari APBD Tahun Anggaran 2024 disebut-sebut menelan biaya miliaran rupiah. Namun, bukannya bermanfaat, ruangan itu justru menambah daftar panjang proyek mangkrak yang membebani daerah.

Proyek Miliaran RSUD Ryacudu Kotabumi Terbengkalai! Ruang VIP Digembok
Plt Direktur RSUD Ryacudu Kotabumi, dr. Cholif Paku Alamsyah, M.Kes saat memberikan keterangan kepada Kabiro Genta Merah, Gian Paqih

Plt. Direktur RSUD HM Ryacudu, dr. Cholif Paku Alamsyah, M.Kes, tak menampik kondisi itu. Ditemui di ruang kerjanya, ia mengaku kebingungan.

“Kami butuh ruangan itu, apalagi pasien terus meningkat. Tapi sampai sekarang belum tahu, ruangan itu sudah diserahkan atau belum, bahkan belum pernah kami coba fungsinya,” ujarnya dengan nada heran.

Menurut Cholif, pihak rumah sakit tak mengetahui pasti apakah proyek rehab ruang VIP B tersebut sudah selesai, diserahkan, atau justru masih bermasalah.

“Airnya, toiletnya, instalasinya… semua belum pernah kami cek. Kami belum tahu apakah sudah layak pakai atau belum,” lanjutnya.

Saat ditanya soal pintu gerbang yang digembok dan dirantai, ia hanya bisa geleng kepala.

“Itu sudah lama, bahkan sebelum saya menjabat di sini. Tapi yang jelas, ruangan itu sangat dibutuhkan sekarang. Kami akan koordinasi dengan dinas terkait,” katanya.

Proyek Miliaran Digembok, Rumah Sakit Kehilangan Fungsi

Dari pantauan lapangan, pintu menuju ruang VIP B benar-benar terkunci rapat dengan rantai besi. Tidak tampak aktivitas di dalam ruangan, sementara di sisi lain, pasien dan keluarga terpaksa menunggu di ruang rawat umum yang sudah penuh sesak.

Beberapa sumber internal RSUD Ryacudu bahkan menyebut, rehab ruang VIP B itu penuh kejanggalan sejak awal.

“Kami tidak mau terima kunci waktu diserahkan, karena hasil pekerjaannya diduga amburadul. Aneh, kami minta rehab di ruangan lain yang lebih butuh, tapi malah dikerjakan di ruang VIP B yang masih bagus,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Dinas Kesehatan Diduga Menutup Mata

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara, dr. Maya Manan, hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait proyek yang disebut menghabiskan anggaran jumbo dari APBD 2024 tersebut.

Padahal, publik kini menyoroti keras dugaan ketidaktertiban penggunaan anggaran dan lemahnya pengawasan proyek di bawah dinas yang ia pimpin.

“Kalau proyek miliaran rupiah dibiarkan begitu saja, ini bukan sekadar salah teknis. Bisa jadi ada permainan di balik meja,” ujar salah satu pemerhati kebijakan publik Lampung Utara.

Publik Minta Penegak Hukum Turun Tangan

Kondisi ini kini menarik perhatian banyak pihak. Masyarakat Lampung Utara mendesak aparat penegak hukum (APH), baik Kejaksaan Negeri maupun Inspektorat, untuk turun tangan memeriksa aliran dana proyek rehab ruang VIP B tersebut.

Pasalnya, jika benar pekerjaan fisik tak sesuai spesifikasi atau tidak bisa digunakan, maka indikasi kerugian negara sangat mungkin terjadi.

“Kalau bangunannya tidak bisa difungsikan, berarti ada uang rakyat yang terbuang percuma. Dan itu harus diusut tuntas,” ujar sumber lainnya.

Bayang-Bayang Korupsi Di Balik Proyek Rehab

Kasus ruang VIP B RSUD Ryacudu bukan sekadar persoalan pintu digembok — tapi juga potret lemahnya manajemen proyek publik. Proyek bernilai besar tanpa manfaat adalah bentuk nyata pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

error: Berita Milik GNM Group