Sastra  

Retak yang Disepakati

Retak yang Disepakati

                   Oleh :Bimo Seno

Aku tidak mencari pembenaran
Aku hanya ingin menjabarkan
Tentang apa yang aku pendam
Terserah dunia mengupasnya, menyala atau padam

Tak mungkin aku ceritakan semua pada langit-langit
Biarlah terpendam meski terasa sakit
Terserah kepiawaian berkelit
Suatu masa semua akan melilit

Datangnya hujan karena mendung
Namun petir tak selalu berasal dari langit yang murung
Ada bara yang disembunyikan di balik teduh
Yang perlahan membakar tanpa pernah mengeluh

Kata-kata dibentuk seolah aku pangkal luka
Disusun rapi hingga tampak nyata
Seperti aku satu-satunya noda
Yang layak dipersalahkan dalam cerita

Aku diam bukan berarti salah
Bukan pula tak mampu membantah
Hanya lelah melawan arah
Yang sejak awal tak pernah berpihak

Di balik senyum yang dipertontonkan
Ada bayang yang tak ikut disebutkan
Namun semua seakan sepakat menuliskan
Namaku sebagai sebab dari kehancuran

Benar dan salah kini samar
Seperti kabut yang enggan bubar
Aku berdiri di antara yang retak dan pudar
Menjadi kisah yang dihakimi tanpa pernah didengar

Dan bila suatu hari waktu membuka tabirnya
Biarlah ia bicara tanpa suara
Karena luka yang pernah dipelihara
Tak pernah benar-benar lupa caranya menyiksa
19/04/2026

 

Tinggalkan Balasan