Oleh : Bimo Seno
Nak, ayahmu masih mencari jejak
Bukan hilang, tapi sedikit pudar
Jika nanti ayah tak lagi bercerita tentang “kita”
jangan bertanya… mungkin warna itu sedang kehilangan arah
Ayah takut warna itu benar-benar hilang
Warna yang dulu kita lihat cerah
Jika suatu hari warna itu kembali penuh
namun, mungkin hangatnya kan berbeda
Karena warna yang pernah retak
tak pernah lagi utuh seperti dulu
meski ia kembali menyatu
akan selalu ada garis halus yang tak bisa disembunyikan
Nak, kalian makan seadanya
karena dapur pun ikut belajar diam
bukan karena ayah tak ingin memberi
tapi ada yang runtuh diam-diam di dalam genggaman
Sabar ya nak…
ayah masih mengumpulkan keberanian
bukan untuk lari…
tapi untuk memilih jalan yang tak melukai kalian lebih dalam
Di antara merajut ulang atau membiarkan terurai
ayah berdiri tanpa suara
menunggu ridho Yang Maha Kuasa
karena tak semua keputusan lahir dari logika
Jika nanti warna itu dipilih untuk tetap terajut
kalian akan melihatnya… tapi dengan rasa yang berbeda
dan jika warna itu harus terurai
ingatlah… Cinta ayah tak pernah terburai
Nak…
apapun yang akan terjadi nanti
biarkan doa kalian yang lebih dulu sampai
karena di sanalah
ayah menitipkan keputusan yang tak mampu ia selesaikan sendiri
Banjit, 20/04/2026













