Sastra  

Menanti di Ujung Diam

Menanti di Ujung Diam

                          Oleh : Bimo Seno
Menyenandungku pada malam
agar rasa tak tenggelam
pada rintihan jiwa yang kusam
tanyanya tentang kelam

Sederet tanya menunggu jawab
hanya sebuah penantian nan memasrah
mungkin tahupun mayapada
dan kini masih membiarkan aku berselimut resah

Langkah waktu terasa lamban
seolah enggan memberi kepastian
kujaga sisa harap dalam diam
meski hatiku kian kehilangan pegangan

Bayangmu hadir tanpa suara
menyelinap di antara luka yang lama
aku menanti tanpa jeda
perginya tanpa rasa

Kupeluk rindu malam yang tak terbalas
menggigil di ujung harap yang kandas
aku tetap di sini menahan napas
menunggu yang tak pernah jelas

Jika ini sekadar ujian rasa
biarlah aku tetap setia
meski badai menghantam jiwa
aku masih memanggil namamu dalam doa

Way Kanan, 17/04/2026

Tinggalkan Balasan