Palembang – Pelaku pembunuhan terhadap staf sekretariat Bawaslu OKU Selatan, Sumatera Selatan, akhirnya berhasil ditangkap aparat kepolisian. Pelaku berinisial SHLN diamankan di wilayah Kota Palembang pada Sabtu (28/03/2026).
Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Satreskrim Polres OKU Selatan, Polrestabes Palembang, dan Polda Sumatera Selatan setelah sebelumnya pelaku menjadi buronan.
Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut pelaku kini telah diamankan di Polsek Sukarami untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Sudah ditangkap, di Polsek Sukarami Palembang,” ujarnya.
Baca Juga : Staf Bawaslu OKU Selatan Ditemukan Tewas di Rumah, Polisi Periksa 3 Saksi
Dari hasil interogasi awal, polisi mengungkap bahwa pelaku dan korban berinisial M memiliki hubungan asmara yang telah berlangsung cukup lama.
“Korban dan pelaku memiliki hubungan asmara yang sudah terjalin kurang lebih selama dua tahun,” kata Redi.
Polisi juga mengungkap bahwa sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, keduanya sempat terlibat cekcok. Diduga, pelaku tersinggung dengan ucapan korban yang dianggap merendahkan.
“Berdasarkan keterangan pelaku, motif pembunuhan karena korban melontarkan perkataan yang menimbulkan ketersinggungan, sehingga pelaku nekat melakukan tindak pidana tersebut,” jelasnya.
Kasus ini merupakan pengembangan dari temuan jasad korban yang sebelumnya menggegerkan warga. Korban ditemukan tewas di dalam rumahnya di Perumahan Bukit Permai, Desa Plangki, Kecamatan Muaradua, pada Rabu (25/03/2026).
Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi mengenaskan dengan luka di bagian leher yang diduga akibat senjata tajam.
Sebelumnya, pihak kepolisian sempat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab kematian korban.
Kasat Reskrim Polres OKU Selatan, AKP Anton L Sinaga, saat itu menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami apakah kasus tersebut merupakan pembunuhan atau tindak pidana lain.
“Memang ada luka di leher korban, namun penyebab kematian masih kami dalami,” ujarnya dalam keterangan sebelumnya.
Kini, dengan tertangkapnya pelaku, polisi memastikan akan terus melakukan pengembangan guna melengkapi berkas perkara dan mengungkap secara utuh kronologi kejadian.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan hubungan pribadi yang berujung pada tindak kekerasan fatal.













