Waykanan – Wartawan jangan cuma bisa copy paste alias (Copas), harus paham makna tulisan, dan tahu etika. Itulah pesan tajam yang mengemuka dalam pelatihan peningkatan kapasitas wartawan yang digelar DPC Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Waykanan, Selasa (21/10/2025) di Rumah Makan Wiro, Pasar Banjit.
Kegiatan ini menghadirkan Warseno, wartawan senior sekaligus CEO Genta Merah Net, sebagai pemateri utama.
Ia menegaskan, wartawan sejati harus memahami Kode Etik Jurnalistik, agar tidak sekadar menulis, tapi juga menjaga marwah profesi.
“Kita harus jujur dan tetap di jalur yang benar. Tulis dengan ciri khas, tapi jangan lupakan tanggung jawab moral di balik pena,” tegas Warseno di hadapan peserta.
Ketua KWRI Waykanan Ir. M. Fikri menyebut pelatihan ini bukan sekadar ajang kumpul, tapi langkah nyata memperkuat kualitas wartawan daerah.
“Wartawan wajib terus belajar dan meng-upgrade diri. Profesionalisme lahir dari pemahaman ilmu dan etika,” ujarnya.
Pelatihan yang diikuti seluruh anggota KWRI itu juga menyorot pentingnya menerapkan metode 5W+1H agar berita padat, informatif, dan berimbang.
Suasana pelatihan berlangsung hangat dan interaktif. Peserta aktif bertanya, berdiskusi, bahkan membedah langsung contoh berita di lapangan.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk menghadirkan karya jurnalistik berintegritas, membangun, dan bermanfaat bagi masyarakat Waykanan.
