Siswa Ambil Makan Sendiri, MBG Prasmanan Diuji Coba di Lampura

Siswa Ambil Makan Sendiri, MBG Prasmanan Diuji Coba di Lampura

LAMPUNG UTARA — Ada yang berbeda dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKS Muhammadiyah Abung Semuli, Kabupaten Lampung Utara. Siswa tidak lagi hanya menerima makanan dalam ompreng dengan porsi yang telah disiapkan, tetapi dapat mengambil sendiri makanan yang tersedia di meja prasmanan sesuai kebutuhan.

Pola penyajian tersebut mulai diuji coba oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pemuda Muhammadiyah Abung Semuli. Pada tahap awal, proyek percontohan ini diterapkan di dua kelas dan disaksikan langsung Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Lampung Utara, Anggi Prasetyo, mengatakan sistem prasmanan menjadi salah satu upaya mencari pola pelayanan MBG yang lebih fleksibel di sekolah.

Berbeda dengan sistem pembagian menggunakan ompreng, melalui pola prasmanan siswa mengambil makanan dari meja saji dengan pendampingan guru dan petugas.

“Sistem ini diharapkan melatih kemandirian, kedisiplinan, serta membiasakan siswa mengambil makanan sesuai kebutuhan,” ujar Anggi.

Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, menyambut baik uji coba tersebut. Menurutnya, sistem prasmanan tidak hanya memberikan pilihan kepada siswa, tetapi juga berpotensi mengurangi makanan yang tersisa.

Ia menilai siswa dapat menyesuaikan jumlah makanan yang diambil dengan kemampuan makan masing-masing.

“Dengan sistem prasmanan ini, makanan bisa disajikan lebih segar. Siswa juga mengambil sendiri makanan yang tersedia, sehingga mereka bisa mengukur kapasitas atau kebutuhan makannya masing-masing,” kata Romli.

Ia menambahkan, kebutuhan gizi siswa tetap menjadi perhatian, sekaligus mengupayakan agar makanan yang disediakan tidak berakhir sebagai sisa.

“Dengan demikian, kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi dan makanan tidak terbuang sia-sia,” ungkapnya.

Uji coba MBG dengan sistem prasmanan tersebut juga mendapat respons positif dari siswa. Erlin Junta Sari, siswi kelas X SMKS Muhammadiyah Abung Semuli, mengaku senang dengan pola penyajian tersebut.

“Makanannya enak, lebih kenyang,” ujar Erlin.

Melalui sistem ini, siswa dapat mengambil makanan sesuai selera dan kebutuhan, dengan tetap berada dalam pendampingan pihak sekolah dan petugas MBG.

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah, Bakri Apriyadi Brades, mengapresiasi penerapan proyek percontohan MBG prasmanan tersebut. Ia menyebut sistem itu menjadi yang pertama diterapkan di Lampung Utara.

Bakri berharap pola tersebut dapat menjadi alternatif pelayanan MBG di sekolah, terutama jika hasil evaluasi menunjukkan dampak positif.

Namun, ia mengingatkan bahwa perubahan pola penyajian tidak boleh mengesampingkan aspek utama program MBG, terutama kebersihan, keamanan pangan, standar porsi, dan kecukupan gizi.

“Penerapan sistem ini diharapkan menjadi alternatif pelayanan MBG di sekolah. Kebersihan, keamanan pangan, standar porsi, dan pemenuhan kebutuhan gizi tetap harus menjadi perhatian dalam pelaksanaannya,” kata Bakri.

Advertisements

Tinggalkan Balasan