Oleh : Bimo Seno
Biarlah, semua tertumpu padaku—kesilafan itu
Tak setitik pun yang benar atas peristiwa lalu
Aku tak pungkiri semua itu
Karena selama ini kubiarkan dalam dekapan semu
Andai aku sempurna dalam segala sisi
Mungkin tak akan ada peristiwa ini
Tak ada luka dan tangis di malam hari
Sedangkan jejak ini diatur Sang Ilahi
Ah, mungkin tulisan harus menjelma jadi goresan
Dan luka harus jadi cerita kesenandungan
Tangis setia selalu dalam sekapan
Dan peristiwa hanyalah sebagai gambaran
Lalu siapa adanya bayang-bayang itu
Aku tak tahu, hanya disebut sebagai hiburan
Bukan kehilafan
Lalu siapa aku—hanyalah diaku dalam catatan
Apa bayang-bayang itu lumrah adanya
Mungkin… karena langkahku petikan, bukan nada
Silap apa yang ada
Atau hati yang sengaja
Hanya tanya-tanya yang tak patut dalam jawab
Karena aku hanya tinggal secuil hati yang sembab
Puluklah… meski jiwa tak penuh seperti harap
Biarlah aku dalam diam, tak akan ada cakap
Aku tak pandai merangkai kata
Apalagi jadi kalimat indah membahana
Rangkai kata akan usang dengan datangnya durjana
Karena dianggap lebih segalanya
Kemarin mimpi pernah ku jabarkan
Tapi ternyata itu dianggap bualan bulan
Sedang aku hanya punya rencana
Yang menentukan pemilik cerita
Banjit, 23/04/2026












