Oleh : Bimo Seno
Kenapa aku gamang, seolah dihantui bayang-bayang
Apa karena gending tak lagi selaras
Atau tabuhan canang yang berbunyi sendirian
Entah, aku tak paham rasa yang kepiluan
Padahal latar telah rapi terlukis
Bahkan indah pernah terpasang
Namun kini pudar, perlahan terkikis
Keindahannya bagai terpalang dan terhalang
Gerimis luruh di sudut ruang bisu
Saat tak mampu menahan rasa yang kian kelu
Petir menggelegar menyambar tubuh yang lesu
Dan aku hanya terdampar di ujung waktu yang beku
Sapaan singkat jatuh tanpa makna
Suaraku bagai lolong tanpa bahasa
Rindu itu mungkin hanya milikku semata
Dingin menggigil, membias tanpa arah nyata
Jarak terasa kian tak terukur
Bukan langkah, tapi rasa yang menjauh
Seolah hati telah lama gugur
Namun tubuh masih dipaksa bertaut
Aku gamang pada diam yang menggantung
Takut pada sunyi yang terlalu jujur
Enggan berharap pada yang tak lagi menampung
Muak pada rasa yang terus mengabur
Jika ini akhir yang perlahan datang
Biarkan aku lunglai terkapar
Meski angin masih sempat menyapa
Jangan tanya… aku telah tanpa suara
Banjit, Enam Belasnya Empat 2026












