Sastra  

Sunyi Kian Merumah

Sunyi Kian Merumah

Oleh : Bimo Seno

Kenapa aku gamang, seolah dihantui bayang-bayang
Apa karena gending tak lagi selaras
Atau tabuhan canang yang berbunyi sendirian
Entah, aku tak paham rasa yang kepiluan

Padahal latar telah rapi terlukis
Bahkan indah pernah terpasang
Namun kini pudar, perlahan terkikis
Keindahannya bagai terpalang dan terhalang

Gerimis luruh di sudut ruang bisu
Saat tak mampu menahan rasa yang kian kelu
Petir menggelegar menyambar tubuh yang lesu
Dan aku hanya terdampar di ujung waktu yang beku

Sapaan singkat jatuh tanpa makna
Suaraku bagai lolong tanpa bahasa
Rindu itu mungkin hanya milikku semata
Dingin menggigil, membias tanpa arah nyata

Jarak terasa kian tak terukur
Bukan langkah, tapi rasa yang menjauh
Seolah hati telah lama gugur
Namun tubuh masih dipaksa bertaut

Aku gamang pada diam yang menggantung
Takut pada sunyi yang terlalu jujur
Enggan berharap pada yang tak lagi menampung
Muak pada rasa yang terus mengabur

Jika ini akhir yang perlahan datang
Biarkan aku lunglai terkapar
Meski angin masih sempat menyapa
Jangan tanya… aku telah tanpa suara

Banjit, Enam Belasnya Empat 2026

error: Berita Milik GNM Group
Exit mobile version