Oleh : Bimo Seno
Di antara sudut ruang hampa itu
aku bertanya di mana namaku
tertutup irisan benci
atau hilang di antara derasnya muak
Tak lagi kulihat secercah rindu
yang terlihat hanya dendam pilu
atas dunia yang hanya semu
harta yang kian terindu
Desir angin menghembus pelan di muka
membisik tanpa makna
mungkinkah makna tlah sirna
dalam dekapan bayang-bayang tanpa kata
Tumpukan sepi menindih sisa rasa
di lorong-lorong tanpa cahaya
namaku mungkin telah luruh bersama debu luka
terserak di sudut yang tak lagi dijaga
Dalam ruang yang tak pernah selesai
waktu menggantung tanpa arah kembali
angin berputar membawa jejak yang usai
seolah tak pernah ada yang menanti
Ada gema yang retak di dinding jiwa
mengulang namaku tanpa suara
lalu pecah menjadi serpihan tak bermakna
lenyap sebelum sempat terbaca
Jika benar aku telah terhapus diam-diam
biarlah aku tinggal dalam bayang kelam
menjadi sunyi yang tak lagi dikenang
di antara ruang… yang tak pernah pulang
Banjit, 10/04/2026










