Sastra  

Doa yang Ditinggalkan Suara

Doa yang Ditinggalkan Suara

Oleh : Bimo Seno

Kucoba sibakkan mendung yang menggulung
Agar hujannya turun, meski rintik
Aku sudah tidak peduli dengan petir yang menyambar
Sudah kupasrahkan pada penguasa jagad maya

Bayu yang kencang menghantam jiwa
Sudah menumbangkan raga tanpa teriakan kata
Sudah menggigil aku menahan rasa
Hanya dua cahaya jiwa memoles raga

Jika langkahmu kembali menyentuh tanah ini
Biarlah aku tak lagi menjadi arah
Aku telah menaruh semua tanya di ujung langit
Dan membiarkan jawab jatuh tanpa kujemput

Walau kupanggil namamu dalam gema
Tak lagi kutitipkan harap pada angin
Semua telah kusemai pada yang tak terlihat
Agar tumbuh… atau mengering tanpa rasa

Jika keadilan memang punya musim
Biarlah ia datang tanpa aku menunggu
Aku hanya akan duduk di antara retak waktu
Menjadi saksi dari yang pernah utuh

Dan bila suatu hari musim berbalik tanpa suara
biarlah bukan aku yang menafsirkan maknanya
cukup dua cahaya itu menyimpan terang di matanya
tanpa perlu tahu dari mana asal nyala
Banjit, 26/04/2026

error: Berita Milik GNM Group
Exit mobile version