gentamerah.com | Waykanan- Dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakatPemerintah Kabupaten Waykanan, Lampung membangun perekonomian rakyat berbasis pertanian, melaluipembinaan terhadap kelompok tani, peternakan,perikanan, serta membentuk UPJA disetiap Kecamatan.
Hal itu terungkap dalam paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung- jawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2018, di ruang rapat utama DPRD Waykanan, Senin (15/09/2019).
“RKPD 2018 memberikan arahan pada kita untuk meningkatkanpelayanan masyarakat, dengan penyelenggaraan pemerintahan yang baik, mempercepat konektifitas, menyediakansarana dan prasarana wilayah,perbaikan kualitas SDM dan pengembangan unggulan daerah, serta kondisilingkungan aman,” kata Bupati Waykanan, Raden Adipati Surya.
Menurutnya, dariproses pembangunan tersebut, telah terjadi peubahan-perubahan kearah yang positif, baik dibidang pemerintahan,infrastrukur, SDM,perekonomiandan juga keamanan lingkungan. Dibidangpemerintahan, telah dikembangkansistem dan prosedur kerja yang semakin baik, penataan SDM aparatur, penilaian kinerja pegawai yang terukur, dengan mengadopsi sistem yang dikembangkan olehKPK RI.
“Dibidang infrastruktur, secara pelan tapi pasti kita berupayamemenuhi harapan masyarakat, dengan membangun jalan jalan poros trategis,pembangunan rumah sakit baru, dan saat ini telah terealisasi keinginan kita untuk dapat menikmati Bandara Gatot Subroto di Kabupaten Way Kanan,” katanya.
Sementara dibidang SDM dan pelayanan sosial, pemkab setempat terus melakukan pembinaansekolah-sekolah negeri, sekolah swasta,peningkatan pelayananpuskesmas,pelayanan bagi para disabel,menyediakan BOSDA, JKN, PKH, Bedah Rumah, dengan sasaran mengurangi angka putus sekolah, angka kesakitan dan pengentasan kemiskinan.
“Pengembangan sektor pertanian juga diarahkan pada pada pembinaan sektor hilir yakni pengolahan hasil pertanian guna memperoleh nilai tambah. Saat ini mulaitumbuh UMKM yang bergerakdibidang mengolah hasil pertanian,antara lain kopi, rempah rempah, industri rumah tangga lain dan bahkan pariwisata,” kata Adipati.
Adipati menjelaskan, dalam pengelolaan keuangan daerah, mengacu pada prinsip-prinsip tata kelola melaluipendekatan Money Follow Program Prioritas.Sedangkan untuk peningkatan pendapatan daerah dilakukandengan terus menggali PADdan sumber pembiayaan lain yang sah.
Untuk mendorong pencapaian programprogram prioritas daerah yang sepenuhnya tidak terjangkau oleh anggaran daerah diberupayakan meningkatkan sinergitas pembiayaan, baik dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten.