Sadis! Pria di Donggala Tebas Leher Ibu hingga Putus, Kepala Dilempar ke Rumah Kakak

Sadis! Pria di Donggala Tebas Leher Ibu hingga Putus, Kepala Dilempar ke Rumah Kakak
Ilustrasi, Sadis! Pria di Donggala Tebas Leher Ibu hingga Putus,

Donggala – Warga Desa Gimpubia, Kecamatan Pinembani, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mendadak geger. Seorang pria berinisial SL (34) tega menebas leher ibu kandungnya, LN (55), hingga putus. Tragisnya, kepala sang ibu kemudian dibawa pelaku ke rumah kakaknya dan dilempar sambil berteriak, “Ini kepala ibumu!”.

Aksi berdarah itu terjadi pada Selasa (26/8/2025) sekitar pukul 18.00 Wita. Polisi menyebut, motif keji tersebut dipicu rasa sakit hati pelaku karena sering jadi bahan bully oleh keluarganya.

Datang Bawa Parang, Tebas Leher Ibu

Menurut keterangan polisi, sebelum tragedi berdarah itu terjadi, pelaku datang ke rumah ibunya sambil membawa sebilah parang. Tanpa banyak bicara, SL langsung menebas leher LN hingga terputus.

Kasat Reskrim Polres Donggala, Iptu Bayu Dhamma, menegaskan bahwa sebenarnya korban bukan pihak yang membully. Namun, pelaku justru melampiaskan dendamnya kepada sang ibu.

“Sebenarnya yang bully bukan korban, tapi keluarganya. Dilampiaskanlah sama mamanya ini,” ujar Bayu.

Kepala Dibawa ke Rumah Kakak

Setelah melakukan pembunuhan, SL membawa kepala ibunya sejauh 200 meter ke rumah kakaknya. Pintu rumah kakaknya didobrak, lalu kepala itu dilempar ke dalam rumah.

“Setelah itu kepalanya dipotong dan dibawa ke rumah kakaknya sekitar 200 meter dari TKP. Dia dobrak pintu lalu melempar kepala sambil bilang ‘Ini kepala ibumu’,” beber Bayu.

Perilaku pelaku membuat warga semakin terkejut dan ketakutan. Setelah aksinya, SL melarikan diri ke hutan. Namun, tak lama kemudian, polisi dengan bantuan warga berhasil menangkapnya.

Polisi Belum Pastikan Gangguan Jiwa

Meski aksinya sangat sadis, polisi belum bisa memastikan apakah pelaku mengalami gangguan jiwa. Selama diperiksa, SL bisa menjawab pertanyaan dengan jelas dan kooperatif.

“Kalau dibilang ODGJ, sekarang belum bisa dikatakan. Selama diperiksa dia bisa jawab pertanyaan dan mengerti maksud penyidik,” kata Bayu.

Pesan Polisi untuk Warga

Kasat Reskrim Iptu Bayu Dhamma meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ke aparat hukum.

“Setiap pembunuhan adalah pelanggaran berat yang merusak keluarga, mengganggu ketenteraman masyarakat, dan membawa konsekuensi hukum serius,” tegasnya.

error: Berita Milik GNM Group
Exit mobile version