Istri Hamil 3 Bulan Ditebas Sampai Tewas, Suami Sadis di Sosel Digelandang Polisi

Istri Hamil 3 Bulan Ditebas Sampai Tewas, Suami Sadis di Sosel Digelandang Polisi

SORONG SELATAN — Warga Kampung Sawiat, Sorong Selatan, Papua Barat Daya, diguncang tragedi berdarah. AT (35),  Seorang Suami  tega menghabisi nyawa istrinya, TS (20), yang tengah mengandung tiga bulan. Korban meregang nyawa dengan sembilan luka bacok di tubuhnya, termasuk tangan kiri yang putus, dan tangan kanan nyaris terpenggal.

Pembunuhan keji ini terjadi di Kali Wernas, Distrik Teminabuan, Rabu (11/6). Aksi brutal AT dilakukan di hadapan mertuanya sendiri, usai cekcok rumah tangga. Diduga motifnya adalah sakit hati lantaran merasa telah membiayai kuliah dan skripsi korban, namun keluarga istri menjemput pulang sang istri karena konflik.

“Pelaku nekat menebas korban pakai parang. Korban saat itu sedang mencuci pakaian di kali bersama ibunya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Sorsel, Ipda Calvin Simbolon, Jumat (20/6).

AT makin kalap karena upayanya membeli kain timur sebagai mahar damai tidak digubris pihak keluarga korban. Bahkan ia sampai menjual tanah demi niat itu. Namun emosi menguasai. Rencana berdamai berubah menjadi tragedi.

“Korban sempat menangkis bacokan dengan tangan kiri, tapi tangannya putus. Tangan kanan juga nyaris lepas,” jelas Calvin.

Korban diketahui baru saja lulus CPNS formasi 2024 sebagai tenaga kesehatan. Kepala Kampung Sawiat, Martinus Krenat, menyebut pembunuhan ini bukan sekadar persoalan rumah tangga, tapi luka besar untuk seluruh masyarakat.

“Ini perempuan muda, calon ASN, ibu hamil tiga bulan, dibunuh sadis. Kami marah dan minta pelaku dihukum seberat-beratnya,” tegas Martinus.

Pelaku kini mendekam di sel tahanan Polres Sorsel dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat Pasal 340 subsider 338 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun.

Pihak kepolisian masih menunggu hasil visum untuk memastikan status kehamilan korban. Namun masyarakat sudah menuntut keadilan atas perbuatan biadab ini.

“Ini bukan hanya soal pembunuhan. Ini soal nyawa dua manusia—seorang ibu muda dan bayi dalam kandungan,” pungkas Martinus geram.

error: Berita Milik GNM Group
Exit mobile version