Bengkulu – Suasana siang di Jalan Sutoyo, Kelurahan Tanah Patah, Kota Bengkulu, Kamis (31/10/2025) mendadak ricuh. Doni Aprianto, Seorang debt collector bersimbah darah usai dibacok Heriyanto, pedagang ayam potong yang tak terima mobilnya hendak ditarik paksa.
Menurut Kapolsek Ratu Agung AKP Tomson, peristiwa berdarah itu bermula saat Doni memberhentikan mobil Luxio hitam BD 1428 ES, milik Heriyanto, yang kala itu dikendarai karyawan bernama Noval.
Tanpa basa-basi, korban langsung mengambil kunci kontak mobil dan berniat menarik kendaraan itu.
Namun kabar itu cepat sampai ke telinga Heriyanto. Ia langsung meluncur ke lokasi dengan emosi memuncak.
“Pelaku datang dan langsung terjadi adu mulut. Pelaku meminta kunci dikembalikan, tapi korban menolak,” jelas AKP Tomson, Jumat (31/10/2025).
Tak kuasa menahan amarah, Heriyanto lalu membuka pintu mobil, mengambil senjata tajam, dan melayangkannya ke tubuh Doni.
Bacokan mendarat di pinggang kiri korban, sementara jempol kirinya robek hingga harus dijahit dua jahitan.
Anak Ikut Mengamuk
Tak hanya Heriyanto, anaknya pun ikut naik darah.
Dengan batu di tangan, sang anak memukul korban dari samping, sementara sopir yang ada di lokasi mencekik Doni dari belakang.
Beberapa warga yang melihat kejadian itu sempat mencoba melerai, tapi suasana sudah terlanjur panas.
Korban jatuh tersungkur, berlumuran darah di pinggir jalan.
Polisi Turun Tangan
Korban kemudian melapor ke pihak kepolisian.
“Korban mengalami luka bacok di pinggang dan luka robek di jari jempol kiri. Kasus ini sedang kami dalami,” ujar Kapolsek.
Polisi kini tengah memeriksa saksi-saksi dan mendalami keterlibatan keluarga pelaku.
Sementara Heriyanto dan anaknya disebut telah menghilang sesaat setelah kejadian.
