Grobogan – Aksi brutal seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) menggegerkan warga Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan. Dalam peristiwa tersebut, enam orang warga dilaporkan mengalami luka akibat serangan senjata tajam.
Peristiwa itu viral di media sosial setelah rekaman video dari kamera pengawas (CCTV) beredar luas dan ditonton ribuan pengguna. Dalam video tersebut terlihat kepanikan warga saat seorang pria membawa senjata tajam mendatangi sebuah bangunan.
Berdasarkan rekaman, suasana awalnya tampak normal hingga terdengar teriakan dari luar. Sejumlah orang yang berada di dalam bangunan kemudian mendekat ke pintu untuk melihat situasi. Tak lama berselang, mereka panik dan berlarian masuk ke dalam ruangan untuk menyelamatkan diri.
Seorang pria terlihat berusaha menutup pintu, namun sebelum tertutup rapat, pelaku yang mengenakan kaus kuning mendekat sambil membawa senjata tajam. Pelaku sempat masuk ke dalam bangunan sebelum akhirnya kembali keluar.
Kapolsek Kradenan, AKP Edy Sutarjo, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mendalami peristiwa tersebut.
“Iya mas, benar ada peristiwa tersebut. Saat ini kami masih memeriksa saksi-saksi,” ujar Edy saat dikonfirmasi, Minggu (29/3/2026).
Sementara itu, Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, menyampaikan bahwa akibat kejadian tersebut enam warga mengalami luka-luka akibat serangan senjata tajam.
“Pembacokan terhadap enam orang menggunakan senjata tajam, yang diduga dilakukan oleh orang yang mengalami gangguan jiwa,” kata Arif.
Ia menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi di Dusun Gundih, Desa Sengonwetan. Saat ini, para korban telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Kradenan 1 dan akan dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.
Menurut Arif, pelaku telah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian dan saat ini berada di Mapolsek Kradenan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Untuk pelaku sudah kami amankan di Mapolsek Kradenan,” tegasnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait motif serta kondisi kejiwaan pelaku dalam peristiwa tersebut.







