Ogan Ilir – Sebanyak 15 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ittifaqiah Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari jumlah tersebut, tujuh santri harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Ar Royan.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (9/2/2026). Humas RS Ar Royan, Iklim Cahya, membenarkan adanya belasan santri yang dibawa ke rumah sakit dengan keluhan mual, muntah, dan sakit perut setelah menyantap menu MBG.
“Berdasarkan keterangan dokter yang menangani, terdapat indikasi salah makan. Alhamdulillah kondisi pasien mulai membaik, tujuh orang masih dirawat,” kata Iklim kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).
Salah satu santri yang dirawat, Mgs Fathan, mengaku mengonsumsi MBG sekitar pukul 09.50 WIB. Namun beberapa jam kemudian, sekitar pukul 14.00 WIB, ia mulai merasakan sakit perut hebat disertai mual dan muntah berulang kali.
“Awalnya tidak ada masalah saat makan. Tapi setelah beberapa jam perut saya sakit seperti ditarik-tarik, lalu muntah sampai delapan kali,” ungkapnya.
Sementara itu, Yona, ibu Fathan, mengaku mengetahui kondisi anaknya dari informasi santri lain sekitar pukul 14.30 WIB. Ia langsung menjemput anaknya lebih awal dan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
“Biasanya dijemput sore, tapi karena dapat kabar anak saya muntah-muntah, langsung saya bawa ke RS,” ujarnya.
Humas Ponpes Al-Ittifaqiah Indralaya, Ferry Heryadi, mengatakan pihak pondok pesantren masih mendalami penyebab pasti kejadian tersebut.
“Kami belum bisa memastikan apakah ini keracunan dari MBG atau faktor lain. Saat ini masih dalam proses penyelidikan dan kami terus memantau kondisi para santri,” kata Ferry.













