Oleh : Bimo Seno
Berhentilah, kawan—
langit tak pernah terlelap
yang kau gerakkan tanpa nama
telah dibaca tanpa suara
Tak ada yang benar-benar tersembunyi
yang dipinjam akan kembali
dan yang dipaksakan berdiri
akan mengenal goyahnya sendiri
Ada yang tampak meninggi
namun tak berakar pada tanah
berdiri dari gema yang dipantulkan
bukan dari yang benar-benar ada
Yang berisik tak selalu nyata
yang terang tak selalu milik
dan yang kau bawa sebagai kuasa
akan luruh… tanpa perlu disentuh
Aku tak menakar siapa yang jatuh
tak pula menyusun siapa yang benar
cukup kutitipkan pada waktu
yang tak pernah salah memilih tempat
Ku akui
aku tak suci
bahkan ternilai kumuh
noda menjadi bayang yang mengikut
Namun yang kupijak adalah sunyi
yang kutatap adalah batas diri
dan yang kutahan tiap malam
bukan untuk menang…
hanya agar tak ikut runtuh
Banjit, 5 Mei 2026












