Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada 2026. Dengan total anggaran mencapai Rp335 triliun dan target 82,9 juta penerima manfaat, publik mempertanyakan besaran biaya makan per anak dalam program tersebut.
Berdasarkan penetapan Badan Gizi Nasional (BGN), rata-rata anggaran MBG ditetapkan Rp10.000 per porsi per anak per hari. Angka tersebut merupakan hasil penyesuaian dari rencana awal sebesar Rp15.000 per porsi.
Namun dalam implementasinya, besaran biaya disesuaikan berdasarkan usia penerima manfaat serta indeks kemahalan wilayah.
Untuk balita serta peserta didik PAUD/TK/RA dan SD/MI kelas 1-3, pagu maksimal ditetapkan hingga Rp13.000 per hari, dengan mempertimbangkan kebutuhan gizi dan komposisi porsi.
Sementara berdasarkan pembagian zona wilayah, BGN menetapkan standar berbeda sesuai harga bahan pokok di daerah masing-masing.
Standar Biaya MBG Berdasarkan Zona
| Zona | Wilayah | Biaya Bahan Baku | Total per Porsi |
|---|---|---|---|
| Zona 1 | Jawa dan Bali | Rp10.000 | Rp15.000 |
| Zona 2 | Sumatera, Kalimantan, Sulawesi | Rp12.000–15.000 | Rp17.000–20.000 |
| Zona 3 | NTT, NTB, Maluku, Papua | Rp20.000–60.000 | Rp25.000–65.000 |
Kepala BGN, Dadan Hindayana menyatakan perbedaan tersebut dipengaruhi harga bahan pangan di masing-masing daerah. Di sejumlah wilayah timur Indonesia, harga telur dan kebutuhan pokok lainnya jauh lebih tinggi dibanding Pulau Jawa.
Komponen Biaya per Porsi
Total anggaran per porsi MBG tidak hanya mencakup bahan makanan, tetapi juga sejumlah komponen pendukung, antara lain:
1. Biaya Bahan Baku (Food Cost)
Mencakup beras, protein hewani (ayam, telur, ikan), protein nabati (tempe, tahu), sayuran, dan buah. Komponen ini menggunakan sistem harga pasar setempat.
2. Biaya Operasional
Meliputi listrik, gas, air, gaji pekerja dapur, serta distribusi. Di wilayah standar Rp15.000 per porsi, sekitar Rp3.000–5.000 dialokasikan untuk operasional.
3. Biaya Sewa dan Insentif
Sekitar Rp2.000 per porsi digunakan untuk sewa gedung, lahan, peralatan, dan kendaraan distribusi, termasuk pengembalian investasi mitra penyedia SPPG.
Perhitungan Anggaran Nasional
Dengan target 82,9 juta penerima manfaat dan estimasi 200 hari sekolah efektif per tahun, perhitungan kasar kebutuhan anggaran intervensi gizi langsung adalah:
82,9 juta penerima × Rp15.000 × 200 hari = sekitar Rp248,7 triliun.
Sisa anggaran dari total Rp335 triliun dialokasikan untuk manajemen program, pembangunan infrastruktur SPPG, pelatihan tenaga kerja, serta sistem pengawasan.
Pemerintah menegaskan program MBG dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia sekaligus menggerakkan ekonomi daerah melalui rantai pasok pangan lokal. Sumber : sidrsubki.id/












