MESUJI – Sertifikat tanah Tol Terpeka jadi prioritas. BPN Mesuji berjanji tuntaskan cepat demi kepastian hukum aset negara. Kantor Pertanahan (BPN) Mesuji langsung tancap gas. Rabu (13/8/2025), mereka menerima kunjungan kerja Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Metro beserta jajaran di Aula BPN Mesuji.
Misi pertemuan ini jelas: koordinasi, sinergi, dan kolaborasi untuk merampungkan pensertipikatan tanah aset milik negara di ruas Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (Tol Terpeka) yang melintas di Kabupaten Mesuji.
Kepala BPN Mesuji, Endi Purnomo, didampingi Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Basrony Ahdy serta Analis Hukum Pertanahan Sandi Handika, menyambut langsung rombongan KPKNL Metro.
“Ini bukan sekadar formalitas. Sertifikat tanah Tol Terpeka punya arti strategis, bukan hanya memastikan status hukum aset negara, tapi juga menjamin kelancaran operasional dan keberlanjutan infrastruktur nasional,” tegas Endi.
Endi memastikan, kolaborasi ini akan memangkas hambatan proses sertifikasi. “Target kami, proses pensertipikatan berjalan cepat, tepat, dan akuntabel, sesuai peraturan yang berlaku,” tambahnya.
Menurutnya, Tol Terpeka adalah bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang harus dijaga kepastian hukumnya. “Kalau legalitasnya kuat, operasional tol lancar, ekonomi wilayah juga ikut terdongkrak,” ujarnya.
Pertemuan ditutup dengan pembahasan teknis mulai dari verifikasi data, pemetaan bidang tanah, hingga sinkronisasi informasi lintas kementerian. Semua pihak sepakat, sertifikat aset negara untuk Tol Terpeka harus segera tuntas demi kepentingan publik dan pembangunan nasional.
