Lampung Utara – Puluhan tarup di ajang Lampura Fest 2025 porak-poranda dihantam angin kencang. Mirisnya, di balik robohnya stan itu mencuat dugaan sumbangan fantastis dari kecamatan yang bikin panitia pelaksana tersudut.
Perhelatan akbar Lampura Fest 2025 di Stadion Sukung Kotabumi justru meninggalkan cerita pahit. Puluhan tarup yang berdiri untuk memajang produk UMKM ambruk diterjang angin kencang, Sabtu (27/9/2025) sore.
“Sampai ada 11 stand yang roboh milik kecamatan, tapi sudah diperbaiki lagi,” kata salah satu Camat yang enggan disebutkan namanya.
Namun masalah bukan hanya soal tarup roboh. Beberapa Camat lain mengaku keberatan atas sumbangan yang diminta panitia untuk ikut festival. Angkanya disebut mencapai jutaan rupiah.
“Kami setor Rp1,5 juta untuk stand. Tapi mirisnya hanya dapat satu tarup yang dipakai dua kecamatan sekaligus,” ujar seorang Camat dengan nada kecewa.
Ketua Panitia Pelaksana, Genius Akbar, yang juga Ketua Komisi I DPRD Lampung Utara, mengakui ada delapan tarup yang roboh. Menurutnya, semua akibat angin kencang yang hanya berlangsung belasan menit.
“Ada stand dari PMI, Capil, dan kecamatan yang tumbang. Tapi sudah dibenahi lagi,” kata Genius.
Namun ketika ditanya soal dugaan iuran mahal dari kecamatan hingga soal anggaran pemkab, Genius memilih bungkam. Saat dihubungi via telepon, ia justru berkelit.
“Nanti ketemu aja langsung. Kalau mau ngobrol enak tatap muka. Astaga, elu kayak nggak tahu gua gian,” ujarnya singkat sebelum menutup sambungan.
Kini sorotan publik tak hanya tertuju pada robohnya tarup, tapi juga pada transparansi dana dan dugaan sumbangan fantastis yang memberatkan para kecamatan di Lampura Fest 2025.
