BPBD Lampura Digeledah! Dugaan Korupsi Kegiatan Anggaran 2023 Terendus Polisi

BPBD Lampura Digeledah! Dugaan Korupsi Dana Makan Minum 2023 Terendus Polisi
Caption : Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Lampura menggeledah ruangan demi ruangan. Foto: Gian Paqih/GNM

Lampung Utara – Suasana di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Utara mendadak mencekam. Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Lampura menggeledah ruangan demi ruangan. Penggeledahan itu bukan tanpa alasan, polisi menduga ada aroma korupsi dalam kegiatan tahun anggaran 2023.

Tipidkor Bongkar Dokumen Penting

Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Apfryyadi Pratama, membenarkan aksi penggeledahan tersebut. Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret instansi penanggulangan bencana tersebut.

“Ya benar, dari unit Tipidkor melakukan penggeledahan di BPBD Lampung Utara. Kami menyita sejumlah dokumen penting untuk melengkapi proses penyidikan,” tegas AKP Apfryyadi, Sabtu (30/8/2025).

Dari hasil penyisiran ruangan staf, polisi membawa sejumlah berkas yang dianggap krusial. Langkah ini dilakukan setelah sebelumnya sejumlah saksi sudah lebih dulu dipanggil dan dimintai keterangan di Mapolres Lampura.

Ada Calon Tersangka Mengintai

Kasat Reskrim mengaku tidak menemui kendala berarti di lapangan. Proses hukum dipastikan akan terus bergulir.

“”Insyaallah, tidak ada kendala. Proses penyidikan terus berjalan. Kalau soal calon ada, nanti tergantung hasil pemeriksaan,” ungkapnya dengan nada serius.

Kepala BPBD Bungkam

Sementara itu, Kepala BPBD Lampura, Erwin Syahputra, terlihat enggan berkomentar banyak. Ia berdalih baru menjabat sejak 5 Agustus 2025, menggantikan posisinya sebagai Kepala Dinas Perkim sebelumnya.

“Saya belum bisa komentar banyak. Setahu saya, mereka hanya melengkapi berkas kegiatan tahun 2023. Tapi saya juga kurang paham detailnya karena saya baru menjabat,” kata Erwin, usai penggeledahan, Jumat (29/8/2025).

Menurut Erwin, kedatangan aparat Tipidkor hanya untuk berkoordinasi serta meminta izin masuk ke ruang sekretariat.

“Mereka datang hanya untuk perlengkapan berkas penyidikan,” pungkasnya.

error: Berita Milik GNM Group
Exit mobile version