LAMPUNG UTARA — Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Lampung Utara dikeluhkan warga. Seorang sopir truk mengaku harus menunggu sekitar lima jam untuk mendapatkan BBM. Di sisi lain, pengelola salah satu SPBU menyebut pasokan yang diterima turun dari 18 ton menjadi sekitar 8 ton.
Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD Lampung Utara bersama Tim Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Lampung Utara yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lima SPBU, Minggu (11/10/2026).
Lima SPBU yang diperiksa yakni SPBU 24.345.24 Payanmas Kotabumi, SPBU 24.345.92 Haji Usup di Kelapa Tujuh, SPBU 24.345.82 Kembang Tanjung, SPBU 24.345.22 Kalibalangan, dan SPBU 23.345.19 Simpang Propau.
Ketua DPRD Lampung Utara, Muhammad Yusrizal, S.T., mengatakan sidak dilakukan untuk mengetahui kondisi distribusi BBM sekaligus menelusuri penyebab antrean yang semakin panjang.
“Kami datang dan sidak ke sejumlah SPBU untuk memastikan pendistribusian BBM kepada masyarakat berlangsung lancar atau tidak. Informasi yang kami terima, antrean BBM di SPBU semakin panjang setiap harinya. Karena itu, kami ingin mengetahui kendala yang menyebabkan kondisi ini,” ujar Yusrizal, didampingi Ketua Komisi II Rachmat Fadli.
Sidak dipimpin Yusrizal bersama anggota DPRD Cerli Yusrizal, Rachmat Fadli, dan Daniel Priya Dinata. Rombongan turut didampingi Kanit Tipidter Polres Lampung Utara Ipda Sulthan, personel Sabhara, serta Satlantas.
Sopir Truk Mengantre Sejak Pukul 11.00 WIB
Saat berada di lokasi, Yusrizal meminta keterangan langsung dari sejumlah pengendara yang tengah mengantre BBM.
Seorang sopir truk bernama Selamet mengaku antrean panjang bukan kali pertama dialaminya. Ia mengatakan biasanya mengisi BBM kendaraannya setiap tiga hari sekali, tetapi pada hari itu harus menunggu berjam-jam.
“Untuk hari ini, baru ini dapat. Ikut antrean dari jam 11 siang tadi,” kata Selamet saat dikonfirmasi sekitar pukul 16.00 WIB.
Pengakuan tersebut menunjukkan Selamet menunggu sekitar lima jam sebelum memperoleh BBM. Lamanya waktu tunggu itu menjadi salah satu persoalan yang perlu ditelusuri untuk memastikan apakah antrean dipicu keterbatasan pasokan atau faktor lain dalam proses distribusi.
Pengelola SPBU Sebut Pasokan Turun
Keluhan mengenai antrean juga disertai keterangan dari pengelola SPBU Kembang Tanjung. Pemilik SPBU 24.345.82 tersebut, Bu Jum, menyebut pasokan BBM yang diterima pihaknya mengalami penurunan.
“Dulu itu pengiriman 18 ton, sekarang ini hanya 8 ton, bahkan pengirimannya dalam seminggu kadang enggak ada,” ungkapnya.
Menurut Bu Jum, jumlah pasokan dan jadwal pengiriman yang tidak menentu turut memengaruhi ketersediaan BBM di SPBU tersebut.
Namun, keterangan itu masih perlu dikonfirmasi kepada pihak penyalur untuk memastikan perubahan jumlah pasokan, alokasi BBM, serta jadwal pengiriman yang diterima SPBU.
Sementara itu, pengawas SPBU 23.345.19 Simpang Propau, Surya, menyatakan distribusi BBM di tempatnya berjalan lancar. Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui penyebab antrean kendaraan yang terus memanjang.
DPRD Belum Memastikan Adanya Kecurangan
Dari pemeriksaan di lima SPBU, Yusrizal mengatakan pihaknya belum menemukan indikasi kecurangan yang dapat dipastikan sebagai penyebab antrean panjang.
Ia berharap penyaluran BBM kepada masyarakat tetap berjalan sesuai ketentuan dan perjanjian yang berlaku dengan masing-masing SPBU.
Menurut Yusrizal, persoalan antrean perlu ditelusuri lebih lanjut agar masyarakat tidak terus dirugikan oleh waktu tunggu yang panjang.
Sidak tersebut menjadi langkah awal DPRD dan kepolisian untuk melihat kondisi distribusi BBM di lapangan. Penyebab pasti antrean masih perlu dipastikan melalui penelusuran lebih lanjut, termasuk klarifikasi dari pihak penyalur mengenai jumlah pasokan dan jadwal pengiriman BBM ke SPBU di Lampung Utara.







