Waykanan Catat 10 Kejadian Kebakaran, Pemkab Perkuat Siaga Karhutla dan Kekeringan

Waykanan Catat 10 Kejadian Kebakaran, Pemkab Perkuat Siaga Karhutla dan Kekeringan

WAYKANAN — Pemerintah Kabupaten Waykanan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan selama musim kemarau.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Karhutla dan Kekeringan di Ruang Rapat Utama Pemkab Waykanan, Rabu (26/8/2026).

Dalam periode 2–14 Agustus 2026, tercatat 10 kejadian kebakaran di Waykanan. Delapan kejadian berkaitan dengan lahan, termasuk kebakaran yang melibatkan lahan dan rumah, sementara dua lainnya merupakan kebakaran rumah.

Meski jumlah kejadian disebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah masyarakat yang terdampak justru meningkat. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena penurunan jumlah kejadian belum berarti risiko bencana sepenuhnya terkendali.

Rapat tersebut juga memperkenalkan Lima Gerakan Waykanan Siaga yang digagas BPBD, yakni Siaga Data, Siaga Kampung, Siaga Air, Siaga Respons dan Siaga Layanan.

Bupati Waykanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., meminta lima gerakan tersebut tidak berhenti sebagai konsep, tetapi diterapkan hingga tingkat kecamatan dan kampung.

“Arah kebijakan kita jelas: CEGAH – SIAGA – RESPON CEPAT,” tegas Ayu Asalasiyah.

Menurut dia, karhutla dan kekeringan bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD maupun pemadam kebakaran. Pemerintah kampung, TNI-Polri, perusahaan dan masyarakat harus terlibat dalam sistem kesiapsiagaan.

Camat dan kepala kampung diminta mengetahui wilayah rawan, sumber air, kesiapan personel serta jalur pelaporan. Sementara perusahaan diminta melakukan pencegahan, patroli dan pemadaman awal di wilayah tanggung jawab masing-masing.

Kapolres Waykanan AKBP Ramadhona mengingatkan setiap titik api yang terdeteksi harus segera diverifikasi di lapangan.

Menurutnya, api yang terlihat sudah padam belum tentu benar-benar aman karena masih mungkin menyisakan bara.

“Walaupun api di suatu titik sudah padam, biasanya ada bara yang masih menyala,” ujar Ramadhona.

Sementara Dandim 0427/Waykanan Letkol Arm Sigit Windarto menyoroti faktor manusia sebagai salah satu penyebab kebakaran, termasuk kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar.

Dia meminta masyarakat tidak menggunakan api untuk membuka lahan karena berpotensi menyebabkan kebakaran meluas dan dapat menimbulkan konsekuensi hukum.

“Kerja sama saat ini sangat-sangat diperlukan,” tegas Sigit.

Pemkab Waykanan menilai penguatan koordinasi lintas sektor menjadi kunci untuk mempercepat deteksi, pencegahan dan penanganan apabila terjadi kebakaran.

Exit mobile version