SUMENEP – Ustad MS (51), pengasuh sekaligus Ketua Yayasan sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) di wilayah Arjasa, Sumenep, Jawa Timur, ternyata menyimpan kelakuan biadab di balik jubah keagamaan. Pria yang selama ini dipercaya sebagai panutan justru tega perkosa sembilan santriwatinya!
Pelaku sempat kabur usai kasusnya terbongkar. Namun, pelariannya hanya seumur jagung. MS akhirnya dibekuk tim Satreskrim Polres Sumenep di Situbondo, Selasa (10/6) sekitar pukul 03.30 WIB.
Kasus amoral ini terungkap dari curhatan memilukan para korban di grup WhatsApp. Para santri perempuan menceritakan pengalaman kelam mereka menjadi korban nafsu bejat sang ustad. Obrolan tersebut kemudian diketahui oleh orang tua masing-masing korban yang sontak geram dan langsung melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib.
“Alhamdulillah pelaku berhasil diamankan di Situbondo. Rilis resmi akan segera kami sampaikan,” ujar AKP Widiarti, Kasi Humas Polres Sumenep, Rabu (11/6/2025).
Menurut AKP Widiarti, laporan pertama diterima pada 3 Juni 2025 dari orang tua salah satu korban. Dari situ, polisi mulai membuka tabir kelam yang ternyata sudah berlangsung sejak tahun 2021.
Salah satu korban, sebut saja F, dipanggil oleh pelaku dengan alasan sepele, mengantarkan air dingin ke kamar. Tak disangka, begitu masuk kamar, ustad bejat itu langsung menjalankan aksi gilanya. Korban yang takut dan segan karena status MS sebagai ketua yayasan, hanya bisa pasrah.
“Setelah melakukan aksi rudapaksa, pelaku mengancam korban agar tidak menceritakan kejadian itu ke siapa pun,” jelas Widiarti.
Tak hanya F, lima hari setelah kejadian pertama, modus yang sama kembali digunakan untuk mencabuli korban lain. Setelah penyelidikan intensif oleh Unit PPA dan Tim Resmob, terungkap total sembilan santriwati menjadi korban kebiadaban pelaku.
Terbongkar dari Grup WhatsApp
Slamet Riadi, kuasa hukum para korban, mengungkapkan bahwa benang merah kasus ini muncul dari grup WhatsApp. Para korban akhirnya saling terbuka dan mengaku pernah mengalami pelecehan hingga pemerkosaan oleh pelaku yang mereka anggap sebagai guru spiritual.
“Orang tua mereka membaca isi chat tersebut. Saat dikonfirmasi, anak-anak itu akhirnya mengaku,” ujar Riadi.
Laporan ini rupanya membuat MS panik dan langsung kabur keluar kota. Ia bahkan mengabaikan panggilan resmi dari pihak kepolisian. Tapi petualangan ustad cabul itu tak bertahan lama. Tim Resmob Polres Sumenep berhasil melacak keberadaannya dan menangkapnya di Situbondo.
Kini, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan siap-siap mendekam di balik jeruji besi, meninggalkan kedok suci yang selama ini ia pertontonkan.







