LAMPUNG UTARA — Keterbatasan armada pengangkut sampah masih menjadi salah satu persoalan dalam pelayanan kebersihan di Kabupaten Lampung Utara. Sejumlah kendaraan operasional yang digunakan bahkan disebut telah berusia sekitar 20 tahun.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan penambahan armada baru dinilai semakin mendesak, terutama untuk mendukung pelayanan kebersihan di wilayah perkotaan Kotabumi maupun sejumlah kecamatan, termasuk Bukit Kemuning.
Di tengah keterbatasan tersebut, pemerintah daerah sebelumnya juga tengah memenuhi kebutuhan kendaraan operasional untuk pelayanan Puskesmas Mider. Pengadaan kendaraan itu dilakukan secara bertahap melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan dan perbankan.
Setelah kebutuhan mobil ambulans untuk pelayanan Puskesmas Mider mulai terpenuhi, perhatian pemerintah daerah kini diarahkan pada penguatan armada pengangkut sampah.
Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, merespons positif masukan dan pertanyaan yang disampaikan biro media terkait kondisi armada kebersihan tersebut.
Hamartoni bahkan menyampaikan upaya agar dukungan CSR perusahaan dan perbankan pada 2027 dapat diarahkan untuk membantu pengadaan kendaraan pengangkut sampah.
“Insya Allah tahun depan CSR kita alihkan untuk pengadaan mobil pengangkut sampah,” ujarnya.
Pernyataan tersebut membuka peluang adanya penambahan armada kebersihan melalui skema kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha dan perbankan.
Tambahan kendaraan diharapkan dapat membantu petugas mengoptimalkan pengangkutan sampah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap armada lama yang sebagian telah berusia puluhan tahun.
Penguatan armada juga menjadi bagian penting dalam menunjang pelayanan kebersihan, khususnya di kawasan perkotaan yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi.
Jika dukungan CSR tersebut terealisasi pada 2027, pengadaan armada tidak hanya diharapkan menambah jumlah kendaraan operasional, tetapi juga memperkuat dukungan sektor swasta terhadap pelayanan dasar masyarakat.
Dengan ketersediaan armada yang lebih memadai, proses pengangkutan sampah diharapkan dapat berjalan lebih optimal sehingga potensi penumpukan sampah di sejumlah wilayah, khususnya kawasan perkotaan, dapat ditekan.












