Field Trip ke Malaysia Gagal Berangkat, Dana Rp4,5 Juta Mahasiswa UMKO Belum Dikembalikan

Field Trip ke Malaysia Gagal Berangkat, Dana Rp4,5 Juta Mahasiswa UMKO Belum Dikembalikan
Foto : ilustrasi

LAMPUNG UTARA — Puluhan mahasiswa Fakultas Hukum, Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) yang gagal berangkat dalam program Field Trip Goes to Malaysia pada 6–8 Juli 2026 lalu, hingga kini masih menunggu pengembalian dana yang telah mereka setorkan kepada pihak universitas.

Pasalnya, dana sekitar Rp4,5 juta yang dibayarkan masing-masing peserta untuk mengikuti perjalanan internasional tersebut hingga Sabtu (29/8/2026) disebut belum dikembalikan.

Informasi yang dihimpun, jumlah peserta program tersebut diperkirakan mencapai sekitar 80 mahasiswa. Jika setiap peserta menyetorkan dana sekitar Rp4,5 juta, maka total dana yang telah terkumpul diperkirakan mencapai sekitar Rp360 juta, belum termasuk kemungkinan dana dari peserta lainnya maupun dosen pendamping.

Kondisi tersebut membuat sejumlah mahasiswa dan wali murid mempertanyakan kejelasan serta kepastian pengembalian dana yang telah mereka bayarkan.

Seorang mahasiswa yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, dirinya telah berulang kali menanyakan kepada pihak kampus mengenai pengembalian dana tersebut.

“Sudah ditanya terus, Om. Sudah sampai capek untuk bertanya terkait dana kami itu kepada pihak kampus. Karena orang tua saya bertanya terus kepada saya untuk menanyakan kepada pihak kampus,” kata mahasiswa tersebut, Jumat malam (28/8/2026).

Menurutnya, peserta juga merasa keputusan terkait kegiatan tersebut terkesan dilakukan sepihak tanpa komunikasi yang jelas dengan mahasiswa, khususnya peserta FHIS jurusan Hukum dan Program Studi Ilmu Komunikasi.

Ia menyebut jumlah peserta Field Trip Goes to Malaysia diperkirakan sekitar 80 mahasiswa, belum termasuk dosen pendamping.

“Untuk perjalanan Field Trip Goes to Malaysia sekitar ada 80 peserta, belum sama dosen. Dikalikan dana sekitar Rp4,5 juta per peserta, jadi segitu jumlah dana yang terkumpul,” ujarnya.

Wali Murid Desak Dana Dikembalikan

Terpisah, seorang wali murid mengaku kecewa karena hingga kini belum mendapatkan kepastian mengenai pengembalian dana perjalanan internasional tersebut.

Ia mengaku memperoleh informasi bahwa kegiatan tersebut diduga mengalami persoalan dengan pihak travel. Namun, menurutnya, persoalan antara kampus dan pihak travel seharusnya tidak membuat mahasiswa harus menanggung ketidakjelasan mengenai dana yang telah dibayarkan.

Menurutnya, apabila kegiatan memang tidak terlaksana, pihak kampus seharusnya memberikan penjelasan secara terbuka sekaligus memastikan mekanisme dan waktu pengembalian dana kepada peserta.

Kekecewaan wali murid semakin bertambah karena di tengah persoalan tersebut, mahasiswa juga disebut diminta menyelesaikan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

“Perjalanan yang tidak jadi itu kan Rp4,5 juta per mahasiswa. Itu tidak sedikit, banyak duit itu. Sementara bayar UKT Rp3,5 juta. Masih susuk malah duit mahasiswa ini,” tegasnya dengan nada kesal.

Ia mengaku para orang tua sebelumnya telah berupaya mencari dana tambahan agar anak mereka dapat mengikuti program Field Trip yang diselenggarakan kampus. Namun, keberangkatan tersebut akhirnya tidak terlaksana.

“Dari pihak kampus yang cari travelnya, kami tidak tahu-menahu. Intinya, uang itu harus kembali secepat mungkin,” ujarnya.

Menurutnya, apabila memang terdapat persoalan dengan pihak travel, hal tersebut seharusnya dijelaskan secara terbuka kepada mahasiswa dan orang tua.

Ia bahkan meminta aparat penegak hukum melakukan pengecekan apabila memang diperlukan, terutama untuk memastikan kejelasan pengelolaan dana yang telah dikumpulkan dari para peserta.

“Saya juga meminta kepada aparat penegak hukum agar dapat mengecek dan mengusut tuntas dana kami yang sudah terkumpul larinya ke mana saja. Kok dana kami belum dikembalikan juga,” jelasnya.

Wali murid tersebut mengaku saat ini dirinya bersama anaknya berada dalam kondisi serba sulit. Di satu sisi, dana perjalanan yang telah dibayarkan belum dikembalikan, sementara di sisi lain terdapat kewajiban pembayaran UKT yang harus dipenuhi mahasiswa.

Ia khawatir keterlambatan pembayaran UKT dapat berdampak terhadap proses administrasi perkuliahan anaknya.

“Gimana tidak kesal kalau orang tua mendengarnya. Ya, greget juga sama pihak UMKO ini,” pungkasnya.

Konfirmasi Kampus dan Pihak Terkait

Sementara itu, upaya konfirmasi telah dilakukan kepada NSF, yang disebut sebagai pihak yang menerima aliran transfer dana dari wali mahasiswa peserta kegiatan tersebut.

Konfirmasi dilakukan melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp hingga Sabtu (29/8/2026). Namun, NSF belum memberikan jawaban meskipun pesan WhatsApp yang dikirim telah menunjukkan status terkirim dan terbaca.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) juga belum memberikan penjelasan maupun klarifikasi resmi mengenai dana peserta Field Trip Goes to Malaysia yang belum dikembalikan setelah kegiatan yang dijadwalkan pada 6–8 Juli 2026 tersebut gagal terlaksana.

Media GentaMerah.com tetap membuka ruang seluas-luasnya kepada pimpinan, Rektor UMKO, maupun panitia penyelenggara program Field Trip Goes to Malaysia untuk memberikan klarifikasi, penjelasan, dan hak jawab sesuai ketentuan yang berlaku.

Exit mobile version