Oleh : Bimo Seno
Katatap wajah itu tanpa kata
Bahkan kalimat merayupun tak jua
Aku terdiam menelusuri kepahitan
Asing terasa dalam kejapan
Malam kian larut dalam perjalanan malam
Mengapa tetes air mata turut menenggelamkan
Meski bibir kerap menyela dengan cerita
Lalu Untuk siapa air mata ini, akupun mulai gundah
Mulai ku sisir hati yang mulai resah
Aku tak menyalah kalimat azimat yang terlontar itu
Ku akui nyata tak salah
Tapi waktu yang tak sempat kubentuk utuh
Lukanya diunjung ridu
Jika salahku adalah tak mampu menjadikan langit utuh
maka biarlah aku menunduk di hadapan waktu
keadaan lebih dulu merenggutku darimu
Baradatu, 22/04/2026












