Diduga korupsi hingga milyaran, Mantan Kepala Desa (Kades) Sriwijaya di jadikan tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Mesuji.
Korupsi
Setelah Diperiksa 10 Jam, Mantan Pj Bupati Bandung Di Bui
Mantan Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Arsan Latif ditetepakan sebagai tersekangka kasus dugaan korupsi proyek bangun guna serah Pasar Sindang Kasih
Diduga Korupsi Proyek JUT, Mantan Bupati Boalemo Di Tahan Polisi
Diduga terlibat kasus korupsi Jalan Usaha Tani (JUT), Mantan Bupati Boalemo, DM ditahan Polda Gorontalo bersama enam orang lainnya.
Agar Tak Ada Penyimpangan, PJS Sulut Ingatkan Pemerintah Kelola Dana Pers Secara Transparan
Pengelolaan dana kerjasama pers yang dikelola oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menjadi perhatian serius organisasi
Janji Hanya Koar ? “Beda Sana dan Sini”
Tahun baru meringkuk ditahanan, ini malah ga gembar gembor. Ada juga yang aman-aman bae,” celoteh kawan memecah suasana salaing diam
Kejari Mesuji Akhirnya Memeriksa Kadis Nakertrans Dalam Kasus Terminal Tipe C
Dugaan korupsi Pembangunan Terminal Tipe C yang berada di Kota Terpadu Mandiri (KTM) Kecamatan Mesuji Timur, Kejari Mesuji akhirnya memeriksa Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Mesuji, Najmul Fikri.
Korupsi, Mantan Kakam & Bendahara Pakuanratu Dijebloskan Penjara
akhirnya Kejaksaan Negeri Waykanan akhirnya menahan mantan Kepala Kampung Pakuanbaru Kecamatan Pakuanratu, Waykanan, Edison
Kejari Mesuji Kembali Tetapkan Tersangka Baru, Ada Hal Lain Dari Kadis yang Kasinya Bermaslah
Setelah sebelumnya menetapkan dua tersangka pada perkara dugaan korupsi proyek pembangunan Terminal tipe C di KTM Mesuji
Diduga Korupsi Pembangunan Terminal Tipe C KTM Mesuji, Dua Orang Dijebloskan Kepenjara
Kejaksaan Negeri Mesuji menetapkan dan melakukan penahanan terhadap dua tersangka, dugaan tindak pidana korupsi dalam Pembangunan Terminal Penumpang Tipe C di KTM Mesuji pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mesuji Tahun Anggaran 2022
Sekda Lampura Bantah Terima Setoran Kadis DPMDT Lampura
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Utara, Lekok membantah terlibat dan menerima uang serta melakukan pemerasan sebagaimana yang di ungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi (DPMDT), Abdurahman, saat konferensi Pers kemarin