MESUJI – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Mesuji kembali mencetak sejarah. Sebanyak 669 warga baru disahkan dalam prosesi sakral tingkat 1 di Gedung Graha Yunda Tama, Desa Sidomulyo, Kecamatan Mesuji, Sabtu malam (12/07/2025).
Prosesi pengesahan warga baru ini menjadi momen penting dalam perjalanan PSHT Mesuji, yang terus tumbuh sebagai wadah pembinaan karakter, jiwa kesatria, dan semangat nasionalisme.
Mewakili Ketua Dewan Pusat PSHT Madiun, Hi. Subiyantoro, S.H., saudara Mulyono menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh warga baru. Ia menegaskan bahwa tujuan utama SH Terate bukan sekadar ilmu bela diri, melainkan mencetak manusia berbudi luhur, beriman, dan menjunjung tinggi persaudaraan sejati.
“Persaudaraan dalam SH Terate tidak mengenal pangkat, suku, ras, atau golongan. Di sini, kita saling menghargai, menyayangi, dan bertanggung jawab,” tegas Mulyono.
Ia juga mengingatkan bahwa musuh terbesar bukan di luar, melainkan dari dalam diri: amarah, hawa nafsu, dan ego. Karena itu, warga PSHT harus mampu menjadi pribadi yang sabar, pemberani, dan selalu membawa kedamaian di tengah masyarakat.
“Setelah disahkan, jaga kehormatan dan jangan sekali-kali menyimpang dari ajaran Ki Hadjar Hardjo Oetomo, pendiri SH Terate,” tambahnya.
669 Siswa Disahkan, Tumbuhkan Kebanggaan dan Harapan
Ketua PSHT Cabang Mesuji, Suharman, mengungkapkan bahwa malam pengesahan ini adalah buah perjuangan panjang dari total 1.138 siswa putih yang mengikuti proses latihan.
“Para pelatih berkorban waktu dan tenaga. Ini malam kebanggaan karena 669 siswa dinyatakan sah sebagai warga PSHT. Di balik baju hitam ini, mengalir darah pejuang kemerdekaan,” ujarnya.
Suharman juga mengingatkan bahwa anggota PSHT wajib taat pada pemerintah dan menjadi warga yang menjunjung nilai-nilai kesatria serta spiritualitas.
“Selama matahari bersinar dan bumi dihuni manusia, SH Terate akan tetap jaya dan abadi,” pungkasnya penuh semangat.
Pemkab Dukung PSHT Sebagai Mitra Pembinaan Generasi
Wakil Bupati Mesuji, M. Yugi Wicaksono, yang hadir mewakili Bupati Hj. Elfianah, menyampaikan apresiasi kepada PSHT Mesuji. Ia menyebut, PSHT sudah menjadi ikon yang dikenal hingga luar daerah.
“Ketika orang bertanya apa yang menonjol dari Mesuji, salah satu jawabannya adalah PSHT. Ini jadi kebanggaan kita bersama,” ungkap Yugi.
Ia bahkan mengusulkan agar anak-anak yang susah dididik bisa dibina di PSHT Mesuji sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pembangunan karakter generasi muda.
Acara pengesahan warga PSHT Mesuji juga dihadiri Wakil Bupati, Kasat Samapta Polres Mesuji, anggota DPRD, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pelatih silat dari berbagai perguruan. Ini menunjukkan bahwa PSHT Mesuji bukan hanya besar dari sisi jumlah, tapi juga dihormati lintas kalangan.






