Oleh : Bimo Seno “Mak… iki anakmu.” Ucapku lirih di atas pusara itu. Pelan sekali….
Cerita Diujung Senja Yang Rapuh
Jantungku berdetak
darahku berdesir kecang, Cuma ada Rp 2 ribu dikantong saku ku, tapi aku tak mungkin menolak permintaan anak ku yang sesederhana itu. Air mata ku mulai meleleh tak tertahan, apa jawab yang aku beri.
