Asap kopi mengepul, menari di udara warung bambu. Aku hanya diam, sementara Sahabat dan Kawan…
Lentera Hati
Seruit, Jengkol, & Aroma Korupsi di Lampura
Aneh bin ajaib, anggaran 2023 kok baru terkuak. Apa nggak ada temuan audit BPK,” celetuk kawan, sambil ngelap tangan berminyak di meja
Lobang Segede Gajah, Rupanya Ada “Upeti” Om P0L
Lapangan Pemda ini kalau sore kayak padang gersang, bro. Rumputnya udah kalah sama ilalang, paving banyak yang copot. Kalau ada event
Pendidikan Kita “Tinggal Joget TikTok?”
Pendidikan kita makin aneh aja,” celoteh kawan membuka obrolan sambil menaruh gelas kopi di meja kayu yang sudah kusam, di sebuah warung
Potongan Ada, Manfaat Ghaib, “Iuran Hantu dari Lampura”
iuran Korpri itu lebih misterius dari tuyul,” celetuk Kawan sambil meniup kopi panas di warung kecil pinggir jalan, di area yang tak jauh dari rumah dinas Bupati
Kejari Mengintip Gedung Sebelah, “Bisik-Bisik” Jadi Nyata?
Warung Padang di SPBU depan kantor DPRD itu penuh aroma rendang dan gulai. Aku, Kawan, dan Sahabatku duduk di pojok, sambil mengaduk
Lambang yang Tak Pulang “Maling Berdasi”
“Masih juga belum dikembalikan?” tanya sahabatku, sembari meletakkan kopi yang tinggal setengah di sebuah warung padang SPBU Kotabumi.
Racun di Balik Nama Bangkit “Lampura Membara”
“Kau ikut grup Lampung Utara Bangkit Bersama itu?” tanya sahabatku, sambil menyeruput kopi yang tinggal separuh.
Rumah Sakit Megah, “Dokter Gaib, Parkir Berhantu”
“Dokter itu… sudah lama nggak kerja, tapi anggarannya masih jalan,” begitu celetoh kawan seraya berbisik tapi nyaring.
Kejari vs DKPP “Nyali yang Dipertanyakan”
“Apa kabar KPU di daerah temanku ya? Apakah mereka masih baik-baik saja, atau justru sedang menakar nyali di bawah sorotan publik?”
